PKB: Imlek kado Gus Dur bagi kebhinekaan bangsa

id Imlek, Sekjen PKB Hasanuddin wahid, pkb, wakil ketua umum pkb ida fauziah

PKB: Imlek kado Gus Dur bagi kebhinekaan bangsa

Sekjen PKB Hasanuddin Wahid (kiri) bersama Wakil Ketua Umum PKB Ida Fauziah (tengah) dalam perayaan Tahun Baru Imlek yang diselenggarakan DPP PKB di Jakarta, Rabu malam. ANTARA/Istimewa/pri.

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hasanuddin Wahid mengatakan Imlek merupakan kado Gus Dur dan PKB bagi kebhinekaan bangsa Indonesia.

"Imlek adalah kado Gus Dur dan PKB kepada kebhinekaan bangsa Indonesia," ujar Hasanuddin dalam acara perayaan Tahun Baru Imlek 2571/2020 yang diselenggarakan DPP PKB di Jakarta, Rabu malam.

Dia menyampaikan pentingnya bangsa Indonesia memaknai perayaan tahun baru Imlek dengan seoptimal mungkin untuk membangun kehangatan keluarga, kebersamaan dan persaudaraan dalam kehidupan berbangsa, bernegara serta bermasyarakat yang harmonis dan damai.

Baca juga: Imlek 2571, pertama kali DKI fasilitasi kegiatan masyarakat Tionghoa

"Lebih dari itu, Imlek untuk memperkokoh Pancasila, menguatkan kebhinekaan dan mempercepat Indonesia maju," kata dia.

Wakil Ketua Umum PKB Ida Fauziah dalam sambutannya di acara tersebut menyampaikan perayaan Tahun Baru Imlek merupakan wujud keadilan dan persamaan tanpa diskriminasi terhadap seluruh warga negara.

"Bagi PKB Imlek merupakan sebuah peringatan untuk selalu mewujudkan keadilan dan persamaan terhadap semua warga negara," tutur Ida Fauziah yang juga Menteri Ketenagakerjaan itu.

Baca juga: Presiden diharapkan buka Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang

Ida mengatakan PKB tidak pernah absen dalam merayakan Tahun Baru Imlek sejak belasan tahun lalu.

Dia menekankan Imlek mulai dirayakan secara terbuka berkat jasa Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang mencabut instruksi presiden mengenai larangan perayaan Imlek.

Baca juga: Harga bandeng Rawa Belong jelang Imlek naik

Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar