Panglima Thailand minta maaf atas penembakan massal oleh oknum tentara

id Apirat Kongsompong,Panglima militer Thailand,penembakan massal,Jakrapanth Thomma

Panglima Thailand minta maaf atas penembakan massal oleh oknum tentara

Panglima Angkatan Darat Kerajaan Thailand Jenderal Apirat Kongsompong (kiri) ketika berada di Aceh, bersama Kepala Staf Angkatan Darat TNI Jenderal Andika Perkasa (kedua kiri) pada 14 Feb 2020. ANTARA FOTO/Ampelsa/aww. (ANTARA FOTO/AMPELSA/ h-fdh))

Bangkok (ANTARA) - Panglima Angkatan Darat Thailand pada Selasa menyampaikan permintaan maaf atas penembakan massal oleh salah seorang tentara, yang menewaskan 29 orang dan melukai 57 orang lainnya pada akhir pekan lalu, dan mengejutkan negara tersebut.

Seraya sesekali menghapus air mata, Panglima Angkatan Darat Thailand Jenderal Apirat Kongsompong mengatakan saat konferensi pers bahwa militer akan membantu memberi kompensasi kepada seluruh korban beserta keluarga mereka.

"Sebagai panglima militer, saya meminta maaf dan menyesali peristiwa ini, yang disebabkan oleh salah satu staf militer," kata Apirat.

"Di detik-detik pelaku menarik pelatuk dan melakukan pembunuhan, di detik itu pula dia adalah penjahat dan tidak lagi sebagai tentara," katanya.

Tentara itu, Sersan Mayor Jakrapanth Thomma, ditembak mati oleh pasukan keamanan pada Minggu setelah menyerbu pusat perbelanjaan Terminal 21 di Kota Nakhon Ratchasima sehari sebelumnya.

Pria berusia 32 tahun itu mulai melakukan pembunuhan pada Sabtu, menembak komandannya dan ibu mertua komandan terkait sengketa bisnis.

Ia kemudian mengarah ke pangkalan militer untuk mencuri lebih banyak senjata beserta amunisi dan melepaskan tembakan sambil melintasi kuil Budha, sebelum menyasar ke pusat perbelanjaan Terminal 21,  dan secara membabi buta melepaskan tembakan ke arah pengunjung dan bertahan melawan kepungan polisi selama 12 jam.

Apirat menyebutkan militer akan menyelidiki pejabat komandan yang tewas, Kolonel Anantharot Krasae (48), dan kesepakatan perumahan yang tampaknya ditengahi oleh mertua sang kolonel, Anong Mitchan (63).

Baca juga: Korban tewas penembakan brutal di Thailand bertambah, jadi 21 orang

Pihaknya menyebutkan kolonel tersebut mengambil keuntungan dari pelaku dalam kesepakatan lahan, di mana "ada pelanggaran janji" dalam masalah uang.

Panglima mengatakan otoritas akan melacak lagi siapa yang terlibat dalam skema tersebut dan ia juga menjanjikan jalur komunikasi baru agar personel militer dapat menyampaikan keluhan mereka langsung ke atasan.

"Militer dan saya telah menginstruksikan ini," ujarnya, menambahkan bahwa misinya sebelum pensiun pada Oktober yaitu menghadirkan keadilan bagi staf militer.

"Saya rasa warga Thailand tak ingin insiden seperti ini terulang kembali, jadi saya minta jangan menyalahkan militer atau mencaci maki tentara," kata Apirat.

"Jika anda ingin menyalahkan seseorang, anda salahkan Jenderal Apirat Kongsompong. Saya menerima semua kritikan dan pendapat. Anda bisa menyalahkan saya sebab saya panglima mereka," katanya.

Sumber: Reuters

Baca juga: Polisi bunuh penembak massal di mal perbelanjaan Thailand

Baca juga: Polisi Thailand: Pelaku penembakan bersembunyi di basemen mal

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar