Peniadaan ganjil-genap picu kemacetan

id Ditlantas,Ganjil genap,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Peniadaan ganjil-genap picu kemacetan

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Sambodo Purnomo Yogo. (ANTARA/HO/Ditlantas Polda Metro Jaya)

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro menyebutkan peniadaan pembatasan ganjil-genap telah menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan Ibu Kota Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk sementara meniadakan pembatasan
ganjil-genap untuk mendorong masyarakat menggunakan kendaraan pribadi dan mencegah potensi penularan virus corona (COVID-19) di angkutan massal.

"Faktanya kita lihat di lapangan terjadi kepadatan terutama di jalur-jalur protokol," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo di Polda Metro Jaya, Selasa.

Sambodo mengatakan, pada hari pertama pencabutan pembatasan tersebut, kemacetan di ruas jalan ibu kota berlangsung hingga malam hari.

"Biasanya jam 8.00 atau 9.00 WIB sudah longgar arus lalu lintas, kemudian kemarin pelaksanaan ganjil-genap ditiadakan bahkan sampai malam masih terjadi kepadatan," ujarnya.

Baca juga: Cegah COVID-19, Ditlantas Polda Metro tetap prioritaskan pelayanan
Baca juga: DItlantas Polda Metro minta jajarannya antisipasi penyebaran COVID-19


Meski demikian, Sambodo mengatakan, peniadaan pembatasan ganjil-genap adalah sepenuhnya kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ditlantas Polda Metro Jaya hanya bertindak sebagai penegak hukum untuk memastikan agar aturan tersebut dijalankan.

"Ganjil-genap ditiadakan itu kan kebijakan dari pemda, kita sifatnya hanya bagian dari fungsi 'law enforcement'," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Minggu (15/3) telah menyampaikan peniadaan kebijakan ganjil-genap di seluruh kawasan Jakarta.

"Kita menghapuskan dan mencabut kebijakan ganjil-genap di seluruh kawasan Jakarta sehingga masyarakat bisa memilih moda transportasi yang minim menularkan (COVID-19). Kita cabut sementara serta akan kembali diberlakukan ketika kondisi sudah dalam kontrol kita," kata Anies.

Pemprov DKI Jakarta meminta masyarakat untuk tidak menggunakan transportasi umum dan menganjurkan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi saat COVID-19 merebak di Indonesia.

Masyarakat tetap dapat menggunakan transportasi umum yang tersedia, namun diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan.
Baca juga: Ganjil genap ditiadakan sore sehubungan banjir Jakarta

Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar