Transmisi lokal dominan, positif COVID-19 di Denpasar bertambah dua

id Pemkot Denpasar, Kasus COVID-19, Virus Corona,transmisi lokal

Transmisi lokal dominan, positif COVID-19 di Denpasar bertambah dua

Dokumentasi - Petugas memeriksa suhu tubuh pengendara yang memasuki wilayah Kota Denpasar saat hari pertama penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Pos Uma Anyar, Denpasar, Bali, Jumat (15/5/2020). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.

Denpasar (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Denpasar, Provinsi Bali menyatakan kasus positif COVID-19 di Kota Denpasar bertambah dua orang setelah dilakukan pemeriksaan tes cepat dan tes berkelanjutan (swab test) di sebuah rumah sakit yang ditunjuk pemerintah, di mana selama empat hari terakhir yang positif proses penularannya didominasi oleh transmisi lokal.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi di Denpasar, Jumat, membenarkan informasi adanya penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak dua orang, dan kasus ini dilihat dari penularannya merupakan kasus transmisi lokal, yakni satu orang pegawai BUMN dan satu orang dokter.

"Kami mendapatkan laporan dari tim surveilence bahwa ada penambahan kasus positif COVID-19, yakni seorang warga berdomisili di Desa Dangin Puri Klod dan seorang warga berdomisili di Desa Padangsambian Kelod, sehingga jumlah orang tanpa gejala (OTG) ikut bertambah menjadi enam orang per hari ini," katanya.

Melihat perkembangan kasus COVID-19, Dewa Rai tetap mengingatkan bahwa kasus pandemi virus corona di Kota Denpasar menunjukan tren meningkat selama empat hari terakhir.

Selain kasus positif, kata dia, keberadan OTG hasil pelacakan Tim Gugus Tugas COVID-19 bersama kepala desa dan lurah masih menjadi ancaman penularan baru.

Untuk itu, katanya, perlu tetap meningkatkan kewaspadaan. Hal inilah juga yang mendasari penerapan Perwali Kota Denpasar Nomor : 32 Tahun 2020 tentang PKM.

Ia mengatakan dengan masih adanya orang yang berstatus OTG, orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) masyarakat harus lebih waspada dan mengikuti arahan pemerintah serta protokol kesehatan.

"Dengan diterapkan Perwali PKM tersebut, mudah-mudahan dapat menekan peningkatan pandemi COVID- 19 di Denpasar. Karena itu diperlukan kesadaran dan kedisiplinan semua elemen masyarakat dalam memutus mata rantai COVID-19," kata Dewa Rai yang juga Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar.

Ia mengatakan semua daerah di Bali dan luar Bali sudah terpapar COVID-19. "Jadi, mari bersama-sama kurangi perjalanan atau aktivitas di luar rumah dan kontak langsung dengan orang lain, karena kita tidak mengetahui siapa yang membawa virus atau tidak, untuk itulah diperlukan kesadaran, kejujuran dan disiplin semua pihak," katanya.

Berdasarkan data, kata dia, angka kasus akumulatif COVID-19 di Kota Denpasar sebanyak 75 kasus positif. Rinciannya adalah 54 sembuh, dua orang meninggal dunia, dan 19 orang masih dalam perawatan.

Sampai saat ini hasil pelacakan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kota Denpasar secara akumulatif terdapat status OTG sebanyak 441 kasus, namun 124 dinyatakan sehat setelah isolasi mandiri, sehingga tersisa 317 kasus.

Begitu juga ODP secara akumulatif tercatat 303 kasus, namun sudah menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sehat sebanyak 241 orang, sehingga masih tersisa 62 ODP.

Sedangkan PDP secara akumulatif sebanyak 55 kasus, namun 21 orang sudah dinyatakan negatif setelah menjalani tes swab sehingga tersisa 34 status PDP, demikian I Dewa Gede Rai.

Baca juga: Denpasar terapkan pembatasan kegiatan masyarakat antisipasi COVID-19

Baca juga: Transmisi lokal naik, pemimpin desa di Bali diminta masif sosialisasi

Baca juga: Dinkes Bali: Pasien tak jujur perbesar transmisi lokal COVID-19

Baca juga: Didominasi transmisi lokal, kasus positif COVID-19 di Bali tambah 22

Pewarta : I Komang Suparta
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar