Adaro-UI distribusikan 100 ventilator COVENT-20 ke rumah sakit

id Adaro Energy,Universitas Indonesia,Ventilator

Adaro-UI distribusikan 100 ventilator COVENT-20 ke rumah sakit

Ventilator COVENT-20 Universitas Indonesia. ANTARA/HO-Adaro Energy

Jakarta (ANTARA) - PT Adaro Energy Tbk melalui Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) memberikan bantuan senilai Rp2,5 miliar kepada Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) untuk pembuatan dan pendistribusian 100 ventilator COVENT-20 ke berbagai rumah sakit yang membutuhkan.

"Dalam kondisi pandemi ini, kita semua harus bergerak cepat, saling membantu terutama dalam penyediaan alat kesehatan yang sangat diperlukan untuk penanganan COVID-19," ujar Dewan Pengawas YABN, M. Syah Indra Aman dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan bahwa kebutuhan ventilator untuk rumah sakit di seluruh Indonesia cukup besar, dan pemerintah tidak bisa sendiri.

"Kami sangat mengapresiasi inovasi dari generasi muda di UI yang menciptakan ventilator COVENT-20 yang berbiaya rendah namun memiliki keunggulan untuk mempercepat penanganan pasien maupun PDP COVID-19 di Indonesia," kata M. Syah Indra Aman yang juga Direktur Adaro.

Kegiatan donasi ini, lanjut dia, selaras dengan salah satu pilar program YABN yaitu Adaro Nyalakan Raga, yang fokus untuk mendukung pencapaian peningkatan kesehatan masyarakat di area operasional Adaro pada khususnya, dan di Indonesia pada umumnya.

Sementara itu, Dekan FTUI, Hendri D.S. Budiono mengatakan sejak pertama kali ide COVENT-20 dicetuskan, tujuankanya adalah pengabdian kepada negara serta mendukung pemerintah di dalam menanggulangi COVID-19 di Indonesia.

"Saat ini, lebih dari 2.000 ventilator dibutuhkan oleh rumah sakit-rumah sakit di seluruh Indonesia. UI dan FTUI saat ini tengah membangun kolaborasi dalam pengembangan riset dan inovasi khususnya di bidang alat-alat kesehatan," katanya.
Baca juga: Pindad buat ventilator non-invasif tangani pasien COVID-19

Ia menyampaikan, kerja sama dengan Adaro merupakan perwujudan sinergi antara universitas dan industri dalam mewujudkan hilirisasi riset yang berguna bagi Indonesia.

Ketua Tim Ventilator, Basari menambahkan sejak Maret 2020, ventilator sebagai alat bantu penanganan pasien COVID-19 sangat dibutuhkan oleh RS Rujukan dan RS Darurat di seluruh Indonesia seiring meningkatnya jumlah pasien positif COVID-19.

"COVENT-20 telah dinyatakan lulus uji produk untuk mode ventilasi CMV dan CPAP di Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) pada April 2020. Ventilator kebanggaan UI ini juga telah menyelesaikan uji praklinis pada hewan di Animal Facility IMERI FKUI dengan hasil yang memuaskan. Saat ini COVENT-20 tengah menjalani uji klinis pada manusia di RSCM, Jakarta," paparnya.

Ia mengemukakan COVENT-20 memiliki keunggulan berupa ventilasi multimode Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) dan Continuous Mandatory Ventilation (CMV).

Keunggulan lainnya adalah biaya produksi yang lebih hemat, padat, portabel, hemat energi, serta mudah dioperasikan.
Baca juga: PT Adaro datangkan dua ventilator impor untuk RSUD Ulin Banjarmasin

Tim Ventilator UI merupakan kolaborasi dari para peneliti FTUI, Fakultas Kedokteran UI (FKUI), Rumah Sakit UI, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta Jurusan Teknik Elektromedik dan RSUP Persahabatan Jakarta.

Disampaikan, sesuai komitmen FTUI, ventilator COVENT-20 tidak diperjualbelikan secara komersil. Pengadaan dan distribusi ventilator ini dilakukan melalui penggalangan donasi yang dikoordinasikan dibawah Ikatan Alumni UI.

Selain donasi pribadi maupun kelompok dari para alumni UI, beberapa perusahaan lain juga telah berkomitmen untuk menyumbangkan sejumlah ventilator COVENT-20 kepada rumah sakit di seluruh Indonesia.

Penyaluran ditentukan berdasarkan tingkat urgensi dan utilitas, serta rekomendasi donatur. Kerja sama Adaro dengan Universitas Indonesia ini merupakan langkah kongkrit pihak swasta dalam membantu pemerintah dalam mempercepat penanganan COVID-19 dengan menggunakan kekuatan dalam negeri.

Baca juga: Indonesia, AS bekerja sama untuk pengadaan ventilator

Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar