Imunisasi di Jayawijaya-Papua jangan terabaikan karena COVID-19

id dinkes jayawijaya,papua,imunisasi anak,pandemi corona,covid-19

Imunisasi di Jayawijaya-Papua jangan terabaikan karena COVID-19

Salah satu puskesmas di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. (FOTO ANTARA/Marius Frisson Yewun)

Wamena (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua dr Willy Mambieuw mengingatkan petugas medis agar pelayanan imunisasi tetap dilakukan atau tidak terabaikan karena saat ini perhatian lebih terfokus untuk penanganan pandemi virus corona jenis baru penyebab COVID-19.

"Jangan karena kita fokus ke COVID-19, tetapi hak dasar anak-anak untuk mendapat imunisasi kita abaikan. Jadi imunisasi di tiap puskesmas harus tetap kita lakukan," katanya di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu.

Ia menambahkan bahwa imunisasi merupakan hak anak untuk melindungi mereka dari ancaman penyakit.

Diakuinya bahwa  sistem pelayanan imunisasi saat ini berbeda dengan sebelum adanya pandemi corona.

Saat ini, kata dia,  imunisasi lebih diarahkan berlangsung di puskesmas atau tidak dilakukan di puskesmas pembantu (pustu).maupun di kampung-kampung.

"Imunisasi tetap jalan, apalagi itu harus. Semua distrik kita jalankan lewat puskesmas yang ada di sana," katanya.

Masing-masing puskesmas diberikan kewenangan mengatur jadwal imunisasi agar tidak dilakukan imunisasi di waktu yang bersamaan dengan pelayanan pasien lain.

"Teman-teman di puskesmas yang mengatur waktu, misalnya hari Senin dari jam sekian sampai sekian khusus untuk imunisasi supaya anak-anak tidak kontak dengan pasien lain," katanya.

Para orang tua diajak membawa anak ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi agar mereka kebal dari serangan virus, demikian Willy Mambieuw.

Baca juga: Dinkes: capaian imunisasi MR Jayawijaya-Papua sudah 47,5 persen

Baca juga: Dinkes Jayawijaya tidak miliki alat pendeteksi Virus Corona

Baca juga: Papua galakkan imunisasi hindari kasus di Yahukimo

Baca juga: Dinkes Papua sosialisasikan program imunisasi campak-rubella

Pewarta : Marius Frisson Yewun
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar