PUPR sertifikasi pekerja program Sarana Hunian Pariwisata Borobudur

id sertifikasi pekerja,ditjen perumahan,kementerian pupr,sarana hunian pariwisata,kawasan pariwisata borobudur

PUPR sertifikasi pekerja program Sarana Hunian Pariwisata Borobudur

Ilustrasi - Sejumlah pekerja menyusun batu beton di lokasi pembangunan salah satu pusat perbelanjaan di Pasar Senen, Jakarta, Senin (9/12/2019). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Wilayah Jawa III Direktorat Perumahan memberikan sertifikasi pekerja program Sarana Hunian Pariwisata di kawasan Borobudur, Jawa Tengah.

"Program Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) di Borobudur ini masuk kategori super prioritas guna menata kawasan pariwisata di era new normal ini," kata Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di Jakarta, Rabu.

Untuk itu, ujar dia, terkait program Sarhunta di Borobudur itu akan dikerahkan para pekerja yang memang benar-benar bersertifikat dan dapat bekerja secara maksimal di lapangan.

Kementerian PUPR, masih menurut Khalawi, sesuai arahan Menteri PUPR akan tetap melaksanakan program pembangunan perumahan pada masa transisi tatanan normal baru ini.

Dalam pelaksanaan di lapangan, lanjut Dirjen Perumahan Kementerian PUPR harus tetap pula berpedoman pada protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran pandemi COVID-19.

"Kami harap pembangunan Sarhunta KSPN ini selesai tepat waktu dan tepat sasaran. Program Sarhunta KSPN ini menargetkan sejumlah hunian yang akan difasilitasi pembangunan dan peningkatan kualitas terhadap aspek hunian layak sebagai pendukung kegiatan pariwisata," ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 170 pekerja bangunan yang rencananya akan membangun 87 unit rumah Sarhunta yang tersebar di tujuh desa yakni Ngadiharjo, Karangrejo, Tuksongo, Kembanglimus, Wanurejo, Borobudur dan Kelurahan Mendut.

Pembekalan dan Sertifikasi untuk para pekerja bangunan Sarhunta di KSPN Borobudur ini dilakukan Ditjen Perumahan bekerjasama dengan Balai Jasa Kontruksi Wilayah IV Surabaya di enam desa selama tiga hari pada akhir bulan Juni 2020.

Khalawi mengemukakan bahwa salah satu fungsinya pembekalan ini adalah memberikan pembekalan kepada pekerja bangunan untuk melaksanakan tugas di lapangan dan terus menjaga kesehatan.

Selain itu, ujar dia, sertifikasi ini berguna untuk mengecek kelayakan dan kemampuan pekerja bangunan yang akan bekerja membangun Sarhunta di lokasi KSPN dan memiliki kompetensi kerja yang sesuai standar kerja serta mendapatkan pengakuan kompetensi kerja.

Sebelumnya, Kementerian PUPR melalui Ditjen Perumahan akan mendorong Program Sarhunta di sejumlah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Program Sarhunta merupakan rangkaian kegiatan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah untuk 2.750 unit rumah tidak layak huni agar bisa menjadi homestay yang menarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke sejumlah lokasi pariwisata di Indonesia.

Total rumah yang akan menjadi target Program Sarhunta berada di KSPN Danau Toba (1.000 unit), Borobudur (350 unit), Mandalika (500 unit), Labuan Bajo (600 unit), dan Likupang (300 unit).

Total anggaran yang akan disalurkan dalam Program Sarhunta sebesar Rp429,23 miliar.

Baca juga: Kementerian PUPR ajak warga dukung program sarhunta di NTB

Baca juga: PUPR: 2.750 rumah tak layak huni di KSPN bakal jadi penginapan

Baca juga: PUPR belum prioritaskan jalan Kulon Progo-Borobudur melalui Menoreh

Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar