Polres Kudus selidiki kasus perampokan dengan kerugian Rp2 miliar

id Polres Kudus selidiki, kasus perampokan, dengan kerugian Rp2 miliar

Polres Kudus selidiki kasus perampokan dengan kerugian Rp2 miliar

Anggota Polres Kudus tengah masuk ke rumah korban perampokan yang diwarnai dengan penyekapan di Desa Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (10-7-2020). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor Kudus masih menyelidiki kasus perampokan di rumah pengusaha plastik, Jalan Ahmad Yani Kudus, Jawa Tengah, dengan kerugian sekitar Rp2 miliar.

"Kami masih melakukan penyelidikan atas kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada Kamis (9/7) malam," kata Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma di Kudus, Jumat.

Dari hasil penuturan korban, kata dia, jumlah pelakunya empat orang, dua orang di antaranya bertubuh tinggi dan dua lainnya pendek.

Baca juga: Kapolda Jambi perintahkan tindak tegas perampok bersenpi

Dalam menjalankan aksinya, komplotan tersebut melalui gerbang rumah sebelah selatan melalui tanah kosong dengan bantuan tangga.

Ditemukan pula dua tangga yang diduga digunakan pelaku untuk masuk rumah korban. Dalam perampokan ini, kata Kapolres, kerusakan pintu tidak ditemukan.

"Kami juga belum bisa memastikan apakah pelakunya memang spesialis atau bukan, termasuk ada tidaknya keterlibatan orang dalam. Kasus ini masih dalam penyelidikan," kata Kapolres.

Terkait dengan temuan bercak darah, AKBP Aditya Surya Dharma mengemukakan bahwa bercak itu bekas darah anjing milik korban. Ada dugaan binatang itu dibunuh oleh pelaku karena mengganggu aksi mereka.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku sengaja mematikan listrik rumah korban. Begitu korban hendak menghidupkan kembali, mereka langsung menyekapnya, kemudian melakban tangan dan mata korban beserta anggota keluarga lainnya.

Selanjutnya, korban dimasukkan ke dalam kamar oleh empat pelaku yang bersenjata parang.

Baca juga: Polisi tembak mati dua perampok minimarket

Untuk menghilangkan jejak, pelaku juga mengambil peladen (server) yang menyimpan video rekaman dari kamera pemantau atau CCTV (closed circuit television).

Akibat kejadian tersebut, korban Lim Cahyo Wibowo warga Desa Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus, yang merupakan pengusaha plastik mengalami kerugian mencapai Rp2 miliar. Taksiran kerugian ini meliputi uang tunai, perhiasan, surat berharga, dan satu mobil Toyota Kijang Innova.

Korban hingga kini masih trauma akibat kejadian tersebut sehingga pihak kepolisian belum bisa menggali informasi lebih banyak.

Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar