Pelayaran kapal ke Meulaboh Aceh dihentikan sementara

id berita aceh terkini,berita aceh,berita aceh terbaru

Pelayaran kapal ke Meulaboh Aceh dihentikan sementara

Ilustrasi - Kapal Motor Penumpang (KMP) Teluk Sinabang saat bersandar di Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh di kawasan Desa Gampong Cot, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat. (Antara Aceh/Syifa Yulinnas)

Meulaboh (ANTARA) - Kapal Motor Penumpang (KMP) Teluk Sinabang sejak Rabu (5/8) pekan lalu hingga Jumat, 14 Agustus mendatang tidak dapat melayani pengangkutan penumpang ke Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh, Aceh Barat, karena rusaknya pintu jalan (rampdoor) kapal akibat diterjang ombak.

“Akibat rusaknya rampdoor ini, untuk sementara pelayaran KMP Teluk Sinabang ke Meulaboh atau ke Simeulue, Aceh belum bisa dilayani,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh, Romi Masri, Rabu malam.

Ia menjelaskan, rusaknya bagian pintu jalan kapal tersebut terjadi pada pekan lalu ketika kapal sedang bersandar di dermaga pelabuhan setempat, karena kapal terkena alunan ombak yang besar.

Akibatnya, untuk sementara kapal yang mengangkut ratusan penumpang setiap keberangkatan tersebut belum bisa beroperasi seperti biasanya, untuk melayani pelayaran ke Sinabang, Pulau Simeulue, Aceh maupun ke Meulaboh, Ibu Kota Kabupaten Aceh Barat.

“Jika tidak ada kendala, Sabtu pekan ini kemungkinan kapal akan kembali berlayar di lintasan Meulaboh-Sinabang atau sebaliknya,” kata Romi Masri menambahkan.

Ia juga mengakui pelayaran kapal tersebut harus menunggu tuntasnya perbaikan pintu kapal yang rusak, sehingga saat beroperasi nantinya tidak mengganggu penumpang yang menggunakan jasa kapal yang dioperasikan oleh PT ASDP Cabang Aceh Singkil tersebut.

Sebagai alternatif, saat ini sebagian masyarakat yang memiliki tujuan ke Sinabang, Pulau Simeulue dari Aceh Barat, bisa menggunakan jasa Kapal Motor Penumpang (KMP) Sabuk Nusantara 110 yang melayani pelayaran melalui Pelabuhan Jetty Meulaboh, katanya menuturkan.

Pewarta : Teuku Dedi Iskandar
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar