Pemkot Malang berencana tambah dua bus wisata Macito

id Kota Malang, Wisata Kota Malang,Bus Macito,Malang City Tour,Pariwisata

Pemkot Malang berencana tambah dua bus wisata Macito

Ilustrasi - Bus wisata di Kota Madiun, Jawa Timur, yang disebut "Madiun Bus On Tour" (Mabour) siap beroperasi guna mendukung pembangunan sektor pariwisata yang sedang gencar dikembangkan oleh pemerintah daerah setempat. ANTARA/Louis Rika.

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota Malang berencana untuk menambah dua bus wisata Malang City Tour (Macito) pada 2021, yang akan dipergunakan untuk menarik minat wisatawan berkeliling di kota terbesar kedua di Jawa Timur itu.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa dua unit bus Macito baru tersebut, akan memiliki konsep berbeda dengan dua bus sebelumnya, yang sejak Agustus 2019 pengoperasiannya dihentikan, karena tidak dilengkapi dengan surat-surat resmi.

"Bus tidak setinggi yang sebelumnya, kemudian tidak terbuka karena faktor keamanan. Nanti akan terbuka di bagian samping saja," kata Sutiaji, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin.

Sebagai catatan, Bus Macito diluncurkan pada 29 Desember 2014, yang mengusung konsep bus bertingkat, dengan atap terbuka. Bus berwarna hijau tersebut, merupakan hibah dari PT Krakatau Steel pada program Corporate Social Responsibility (CSR).

Bus Macito menarik bagi para wisatawan, terutama jika duduk di lantai dua bus tersebut. Para wisatawan, bisa menikmati udara sejuk Kota Malang, sembari berkeliling di jalur-jalur yang sudah ditentukan.

Namun, karena bentuk bus Macito yang tinggi itu, seringkali para wisatawan harus menunduk pada saat bus itu melewati kawasan yang memiliki pohon rindang. Belakangan pengoperasiannya dihentikan karena bus tidak memiliki surat-surat, akibat spesifikasi yang telah diubah.

Sutiaji menambahkan bus Macito yang baru akan dilakukan desain ulang, dan disesuaikan dengan standard yang ada. Diharapkan, keempat bus tersebut nantinya bisa beroperasi dan memberikan pengalaman baru untuk wisatawan.

Sementara untuk dua bus lama yang ada, lanjut Sutiaji, akan dilakukan desain ulang juga supaya sesuai dengan spesifikasi keselamatan yang ditentukan. Perubahan tersebut, sesuai dengan rekomendasi Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas).

"Dua bus lain mengupayakan yang kemarin (dilakukan desain ulang). Perubahan itu atas rekomendasi Dirlantas. Sebab, yang terdahulu dievaluasi, suratnya tidak dikeluarkan karena faktor keselamatan," kata Sutiaji.

Kota Malang merupakan salah satu kota tujuan wisata di Jawa Timur. Pada 2019, jumlah kunjungan wisatawan domestik yang berkunjung ke Kota Malang tercatat sebanyak enam juta orang, dan 11 ribu orang wisatawan mancanegara.

Baca juga: Inspirasi tujuan liburan, sembilan pesona wisata alam di kota Malang
Baca juga: Dongkrak pariwisata, Kemenparekraf inisiasi Gerakan BISA di Malang
Baca juga: Sebanyak 160 pelaku wisata Kota Malang diizinkan beroperasi


Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar