JKN-KIS BPJS Kesehatan bantu masyarakat hingga pelosok desa

id Bpjs kesehatan,Jkn-kis,Pandeglang,Banten

JKN-KIS BPJS Kesehatan bantu masyarakat hingga pelosok desa

Salah seorang peserta JKN-KIS dari Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten Bahroji (58). (FOTO ANTARA/HO-Humas BPJS Kesehatan)

Jakarta (ANTARA) - Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat tidak hanya di daerah perkotaan, namun juga telah banyak dinikmati oleh masyarakat pelosok di berbagai daerah.

Salah seorang peserta JKN-KIS dari Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten Bahroji (58), Selasa, di Jakarta merasakan manfaat program asuransi kesehatan sosial meski bertempat tinggal di daerah perdesaan.

Bahroji yang merupakan warga Kampung Pasar Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang itu sudah empat tahun menjadi peserta JKN-KIS dari segmen bukan Pekerja penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri kelas tiga.

Di usianya yang tidak muda lagi dan kondisi kesehatan yang semakin menurun, Bahroji berpendapat menjadi peserta JKN-KIS adalah hal yang wajib. Kendati dirinya yang tinggal tidak pusat kota, namun ia tetap dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik berkat keikutsertaannya sebagai peserta JKN-KIS.

Bahroji yang bekerja sebagai wiraswasta menceritakan bahwa dirinya sering menggunakan kartu KIS tersebut untuk berobat baik di Klinik Alinda Husada sebagai faskes utama maupun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandeglang saat dirinya menjalani operasi bedah kepala.

"Saya sering pakai BPJS Kesehatan, kalau berobat biasanya di Klinik Alinda Husada, tapi kalau operasi di RSUD Berkah pada tahun 2016. Lupa nama penyakitnya apa. Operasinya bedah kepala," kata Bahroji.

Bahroji mengaku sangat bersyukur lantaran saat dirinya melakukan operasi tidak mengeluarkan biaya pengobatan sepeserpun. Ia mengisahkan bahwa pada tahun 2016 silam dirinya sering mengalami sakit kepala yang tak kunjung sembuh sehingga saat dirujuk ke RSUD Berkah Pandeglang dirinya disarankan untuk melakukan operasi bedah kepala.

Meski menjadi peserta kelas tiga, namun Bahroji mengaku tidak mendapatkan pelayanan yang berbeda dari peserta kelas satu, kelas dua, maupun pasien umum. Bahroji mengaku mendapatkan pelayanan selama berobat sangat baik dan memuaskan sehingga dirinya mengajak kepada masyarakat yang belum bergabung menjadi peserta JKN-KIS untuk segera mendaftarkan diri.

"Alhamdulillah tidak ada pelayanan yang dibeda-bedakan, pelayanannya baik dan memuaskan. Operasi juga gratis, tidak diminta bayaran lagi. Saya sangat terbantu memiliki kartu JKN-KIS," ujarnya.

Dia berharap agar BPJS Kesehatan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, sehingga BPJS Kesehatan dapat menjaga eksistensinya demi memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan.

Baca juga: Warga Desa Girimulya Bandung rasakan manfaat JKN-KIS

Baca juga: JKN-KIS bantu nenek dan cucu asal Balikpapan jalani terapi

Baca juga: JKN-KIS bantu ringankan beban penderita jantung


Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar