Polisi tangkap dua wanita pelaku pengeroyokan Lurah Cipete Utara

id Pengeroyokan lurah cipete utara, polres metro jakarta selatan, jakarta selatan, waroeng brothers

Polisi tangkap dua wanita pelaku pengeroyokan Lurah Cipete Utara

Polres Metro Jakarta Selatan merilis pengeroyokan Lurah Cipete Utara, yang dilakukan dua pengunjung Waroeng Brothers, Jakarta Selatan, Selasa (15/12/2020). ANTARA/Laily Rahmawaty/am.

Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Selatan telah menangkap dua orang wanita pelaku pengeroyokan terhadap Lurah Cipete Utara, Nurcahya saat bertugas melakukan pengawasan dan penindakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

"Setelah diperiksa ternyata satu orang sebagai saksi, dia ada di TKP, sementara tersangka ada dua, nanti kita kembangkan lagi, keterangannya dari masing-masing kedua tersangka berbeda tapi semuanya mengarah," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budi Sartono, Selasa.

Baca juga: Pemukulan Lurah Cipete Utara diduga karena provokasi pemilik warung

Budi mengatakan tersangka pertama RQ (22) ditangkap pertama kali setelah kejadian pengeroyokan terjadi pada tanggal 22 November 2020.

Selanjutnya, hasil pengembangan pemeriksaan tersangka RQ, petugas menangkap pelaku kedua berinisial PK (22) pada Senin (14/12) malam.

Baca juga: Polisi tetapkan pemukul Lurah Cipete Utara jadi tersangka

Penangkapan kedua pelaku atas laporan Lurah Cipete Utara, Nurcahya yang menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan pengunjung Waroeng Brothers.

Manurut Budi, motif pelaku memukul adalah karena emosi atau marah karena tidak terima ditegur untuk menerapkan protokol kesehatan.

"Keterangan dari yang bersangkutan karena emosi atau marah ditegur  agar bubar atau melaksanakan physical distancing," kata Budi.

Baca juga: Lurah Cipete Utara jadi korban pemukulan pelanggar PSBB

Selain itu, pelaku dan para pengunjung Waroeng Brothers juga kedapatan di bawah pengaruh minum-minuman beralkohol.

Budi mengatakan kedua pelaku berstatus ibu rumah tangga. Keduanya dijerat dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.

Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar