Polisi lumpuhkan pelaku penganiayaan di lokasi kebakaran Nunukan

id kebakaran, penganiayaan, nunukan, inhutani, polres

Polisi lumpuhkan pelaku penganiayaan di lokasi kebakaran Nunukan

Puing-puing sisa kebakaran yang terjadi di permukiman padat penduduk di Inhutani RT 10 Kelurahan Nunukan Utara, Kabupaten Nunukan, Minggu (10/1/2021) malam. ANTARA/HO-Polres Nunukan/am.

Nunukan (ANTARA) - Pelaku terjadinya kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah warga di Inhutani RT 10, Kelurahan Nunukan Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) sempat mengamuk, sebelum membakar rumahnya.

Ada tujuh warga yang terluka akibat terkena parang panjang digunakan pelaku, sehingga pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan karena mengusir warga dan aparat kepolisian dengan senjata tajam.

Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar, di Nunukan, Senin, membenarkan adanya penembakan terhadap seseorang yang telah melukai tujuh warga, karena mengancam nyawa warga di lokasi kejadian kebakaran permukiman penduduk tersebut.

Penembakan itu, berawal dari upaya aparat kepolisian yang berjaga di Pos Polisi Pelabuhan Rakyat Inhutani yang berusaha mencegah pelaku agar tidak terjadi korban yang lebih buruk. Tetapi, petugas kepolisian bernama Bripka Indra tidak membawa senjata api, dan diburu dengan menggunakan senjata tajam berupa parang panjang, kata Kapolres Nunukan.

Sehubungan Bripka Indra tidak membawa senjata api, sehingga kembali ke Polsek Nunukan untuk mengambil senjata api, dan mendatangi kembali tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan pelaku.

Hanya saja, saat tiba di lokasi kejadian pelaku malah melawan Bripka Indra dengan mengayun-ayunkan parang panjang yang dipegangnya dengan mengucapkan "tembak aku". Akhirnya, aparat kepolisian melumpuhkannya dengan tembakan.

Nama-nama korban penganiayaan adalah Atikoh Nur Halifa (37), Muhammad Ilham alias Ilang (20), Nur Afika (18), Habib (16), Maslia (40), Cakra (37), dan Muhammad Al Fikri (7).

Sedangkan informasi dari warga, tetangga pelaku bernama Darusman (48) mengatakan pelaku yang telah menganiaya beberapa orang, dan api sudah berkobar meninggalkan lokasi kejadian dengan perahu menuju Tanah Merah, Kelurahan Nunukan Barat, jaraknya sekitar 500 meter dari lokasi kebakaran.

Pada saat masih di atas perahu, pelaku dilumpuhkan dengan tembakan, sehingga jatuh ke dalam sungai akibat luka di perutnya. Identitas pelaku sekaligus korban penganiayaan tidak disebutkan aparat kepolisian tanpa diketahui tujuannya.
Baca juga: 60 keluarga kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di Nunukan
Baca juga: 40 rumah hangus dilalap api di Nunukan

Pewarta : Rusman
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar