Pemkab Agam Safari Ramadhan ke 40 masjid terapkan prokes

id berita agam,berita sumbar,safari

Pemkab Agam Safari Ramadhan ke 40 masjid terapkan prokes

Areal Masjid Jamik Taluak yang dibangun tahun 1860 di Banuhampu Kabupaten Agam tercatat sebagai masjid tertua dan cagar alam di Provinsi Sumatera Barat, menjadi objek wisata religi pada bulan Ramadhan. ANTARA/Iggoy el Fitra/hp

Lubukbasung (ANTARA) - Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menjadwalkan  kunjungan ke-40 masjid dengan menerapkan protokoler kesehatan guna memutus penyebaran COVID-19.

Kepala Sub Bagian Agama Kesra Sekretariat Daerah Agam, Yosman di Lubukbasung, Jumat  mengatakan ke-40 masjid itu bakal  dibagi dua yaitu Tim Safari Ramadhan Pemkab ke-32 masjid dan  ada tim khusus yang mengunjungi delapan masjid.

Tim kabupaten itu dipimpin bupati, wakil bupati dan Forkopimda. Tim khusus dipimpin langsung bupati dan wakil bupati.

Ke-32 masjid yang dikunjungi itu tersebar di 16 kecamatan atau dua masjid per kecamatan untuk tim kabupaten.

Sedangkan delapan masjid yang dikunjungi tim khusus tersebar di delapan kecamatan.
Baca juga: 9 rumah dan 1 masjid di Agam diterjang banjir
Baca juga: Kemenang Agam miliki 12 program inspiratif selama Ramadhan


"Tim safari Ramadhan itu mengunjungi masjid pada Kamis (15/4) sampai Rabu (21/4)," katanya.

Ia menambahkan masjid yang dikunjungi itu merupakan usulan dari pemerintah kecamatan dan masjid itu bakal dibantu Rp10 juta per unit.

Safari Ramadhan itu dalam rangka mempererat hubugan silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

Selain itu memberikan informasi pembangunan serta menyerap aspirasi masyarakat.

"Seluruh aspiraai masyarakat akan diserap dan dibahas nantinya," katanya.

Selama kegiatan itu, tambahnya, tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dengan cara memakai masker, menyediakan hend seniteizer dan lainya.

Ini dalam rangka mencegah penularan COVID-19 selama kegiatan itu, kata Kasubag Agama pada Bagian Kesra Setda Agam, Yosman.
Baca juga: Warga: Tiga ekor harimau berkeliaran di Palupuah Agam

Pewarta : Altas Maulana
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar