Saham Hong Kong naik ditopang energi

id Saham Hong Kong,Indeks Hang Seng

Saham Hong Kong naik ditopang energi

Ilustrasi - Warga melintas di depan monitor pergerakan turun Indeks Hang Seng di Bursa Saham Hong Kong, China. ANTARA/REUTERS/Bobby Yip/am.

Jakarta (ANTARA) - Saham Hong Kong menambah keuntungan pada Kamis, dibantu oleh perusahaan energi, meskipun kenaikan tersebut dibatasi oleh ketegangan antara China dan Barat.

Pada penutupan perdagangan, indeks Hang Seng naik 219,48 poin atau 0,77 persen menjadi 28.637,46. Indeks Hang Seng China Enterprises naik 0,32 persen menjadi 10.756,37.

Sub-indeks saham energi Hang Seng naik 2,4 persen, sedangkan sektor TI naik 0,26 persen, sektor keuangan berakhir 0,88 persen lebih tinggi dimana sektor properti ditutup menguat 0,35 persen.

Saham yang berkinerja terbaik di Hang Seng adalah Budweiser Brewing Company APAC Ltd, yang naik 4,94 persen, sedangkan penurunan terbesar adalah Haidilao International Holding Ltd, yang turun 7,4 persen.

Namun, ketegangan antara China dan negara-negara barat lainnya membebani. Uni Eropa pada hari Rabu mengambil langkah-langkah untuk berjaga-jaga terhadap persaingan ekonomi dari China yang dianggap tidak adil, sebuah tanda meningkatnya ketidakpercayaan setelah sanksi Barat atas pelanggaran hak asasi dan pembalasan China.

China secara "tanpa batas" pada Kamis menangguhkan semua aktivitas di bawah Dialog Ekonomi Strategis China-Australia, kata perencana ekonomi negara bagiannya, kemunduran terbaru untuk hubungan mereka yang tegang.

Indeks utama bursa China, Shanghai Composite ditutup turun 0,16 persen pada 3.441,28 poin, sedangkan indeks saham unggulan CSI300 berakhir turun 1,22 persen.

Di seluruh wilayah, indeks saham MSCI Asia kecuali Jepang menguat 0,26 persen, sedangkan indeks Nikkei Jepang ditutup naik 1,8 persen.

Yuan dikutip pada 6,476 per dolar AS pada 0825 GMT, 0,02 persen lebih lemah dari penutupan sebelumnya pada 6,4745.

Pada penutupan, saham-A China diperdagangkan dengan premi 34,66 persen dibandingkan saham-H yang terdaftar di Hong Kong.
 


Pewarta : Biqwanto Situmorang
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar