Ketua DPR RI apresiasi kinerja penjaga pos larangan mudik Lebaran

id Apresiasi DPR RI,Apresiasi petugas pos sekat,Pos sekat mudik,Apresiasi Ketua DPR RI,Kunjungan KM 31 Tol Japek,Kabupaten Bekasi,PUAN MUDIK

Ketua DPR RI apresiasi kinerja penjaga pos larangan mudik Lebaran

Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala BNPB Doni Monardo di pos sekat larangan mudik Lebaran Km 31 Tol Jakarta-Cikampek, Rabu (12/5/2021). (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Puan Maharani mengapresiasi kinerja segenap aparat gabungan penjaga pos penyekatan larangan mudik Lebaran 2021.

"Terima kasih atas kerja keras petugas kepolisian, TNI, pemerintah daerah serta petugas lain yang terlibat dalam proses penyekatan larangan mudik. Tetap jaga protokol kesehatan saat bertugas," kata Puan, usai meninjau pos penyekatan mudik di Km 31 Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu.

Puan juga meminta Pemerintah menerapkan kebijakan pengendalian COVID-19 yang tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

"Salah satu contohnya adalah kami minta kepada Pemerintah, ini yang mewakili Pemerintah kementerian dan tentu saja TNI Polri dalam melaksanakan kebijakannya, ada keadilan dalam melaksanakan kebijakan," katanya pula.

Dia mewanti-wanti jangan sampai masyarakat memiliki pemikiran ada rasa ketidakadilan dengan diperbolehkannya warga negara asing masuk Indonesia di tengah larangan mudik.

"Saya juga sudah meminta kepada pemerintah dalam masa peniadaan mudik ini untuk bisa memberikan rasa keadilan kepada masyarakat dengan menunda kedatangan warga negara asing ke Indonesia dalam jangka waktu tertentu, sehingga memang tidak ada orang dari luar negeri yang kemudian datang dengan izin khusus ke Indonesia," ujarnya lagi.

Puan tidak menampik ada hal khusus yang menjadi pengecualian terkait kedatangan warga negara asing, sehingga pemerintah tidak bisa melarangnya.

"Alhamdulillah hal itu sudah dilakukan sampai saat ini menjelang Hari Raya Idul Fitri sampai batas waktu yang akan ditentukan untuk bisa memberikan keadilan kepada masyarakat. Kita tidak akan mengizinkan atau memberikan izin masuk kepada warga negara asing dengan tujuan tertentu tanpa izin khusus apakah itu dilakukan secara reguler ataupun melalui pesawat carter," katanya lagi.

"Sebelum ke sini (Cikarang) tadi kami sudah meninjau Bandara Soekarno-Hatta, alhamdulillah sudah terlihat penurunan sangat signifikan dari arus kepergian atau pun keberangkatan dan kedatangan melalui udara," ujar dia.

Dirinya juga meminta Pemerintah menyiapkan skema antisipasi pemudik saat arus balik mendatang, agar penyebaran COVID-19 dapat dicegah.

"Apresiasi sekali lagi untuk sinergitas, solidaritas, dan gotong royong dalam mencegah penyebaran COVID-19. Insya Allah sudah kita bisa kendalikan secara baik di lapangan walaupun tentu saja masih ada dinamika yang terjadi dan ini akan terus dievaluasi," katanya.

Puan juga meminta masyarakat mematuhi kebijakan Pemerintah terkait larangan kegiatan selama bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri nanti.

"Tetap jaga protokol kesehatan, jangan takbir keliling nanti malam, menahan diri dengan tidak bersilaturahmi dengan bertemu langsung melainkan memanfaatkan teknologi untuk melakukan halalbihalal. Kita semua tentunya ingin bersilaturahmi, tapi kita tahan diri untuk diri kita sendiri untuk keluarga kita dan untuk lingkungan kita," kata dia lagi.
Baca juga: DPR minta pemerintah tunda kedatangan WNA selama larangan mudik
Baca juga: Puan ingatkan pengawasan di Soetta ditingkatkan antisipasi COVID-19

 

Pewarta : Pradita Kurniawan Syah
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar