Penerapan ERP sejalan dengan ganjil-genap

id ERP Jakarta

Penerapan ERP sejalan dengan ganjil-genap

Kendaraan bermotor melintas di bawah alat Sistem Jalan Berbayar Elektronik (ERP) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (2/3/2020). Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menargetkan sistem jalan berbayar elektronik atau "electronic road pricing" (ERP) bisa diterapkan di sejumlah ruas jalan ibu kota pada akhir tahun 2020 dengan rencana proses lelang dilakukan pada bulan Maret ini. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama.

Jakarta (ANTARA) - Penerapan jalan berbayar (electronic road pricing/ERP) di DKI Jakarta akan sejalan dengan pola pembatasan lalu lintas ganjil-genap.

"Sekarang sedang disiapkan implementasi dengan pola 'electronic road pricing' (ERP). Dalam pola ERP nanti itu akan ada kombinasi, sifatnya sejalan dengan ganjil-genap," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, dalam diskusi virtual Pemberlakuan Kembali Ganjil Genap bersama Dewan Transportasi Kota Jakarta, di Jakarta, Rabu.

Sejalan itu, kata Syafrin, artinya penerapan ERP itu tidak berlaku di seluruh kawasan pembatasan lalu lintas dengan ganjil-genap, tapi di ruas jalan lainnya.

"Untuk kawasan tertentu yang sudah ditetapkan ERP tentu di kawasan lain harus dilakukan pembatasan dengan pola selektif mungkin dengan ganjil-genap," kata dia.

Kendati demikian, dia mengatakan rencana penerapan kembali pembatasan lalu lintas ganjil-genap yang dibarengi dengan kebijakan ERP itu bakal mengikuti tren perkembangan pandemi COVID-19 di Ibu Kota.

Baca juga: DKI Jakarta masih kaji jalan berbayar

"Apabila upaya penanganan COVID-19 dan vaksinasi ada keberhasilan maka sektor transportasi bisa mengimbangi dengan kebijakan ganjil-genap pada sektor transportasi," ujar dia.

Kebijakan ganjil-genap beberapa waktu terakhir, banyak masyarakat yang meminta untuk diberlakukan kembali karena kepadatan lalu lintas di Jakarta yang terjadi belakangan ini.

Catatan Dinas Perhubungan DKI Jakarta menunjukkan volume lalu lintas kendaraan bermotor rata-rata pada periode PSBB Mikro mengalami peningkatan sebesar 3,97 persen dibandingkan dengan periode PSBB ketiga pada 11 Januari hingga 8 Februari 2021.

Dishub DKI menyebutkan rata-rata volume lalu lintas harian di Cipete tercatat sebanyak 92.678 kendaraan bermotor, Senayan tercatat 188.406 kendaraan bermotor dan Dukuh Atas tercatat 168.447 kendaraan bermotor.

Total rata-rata lalu lalang kendaraan bermotor di tiga jalan utama itu mencapai 149.844 unit per hari.

Baca juga: Legislator dukung ganjil-genap namun tetap dorong ERP

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar