Ketua ILO sebut dampak pandemi terhadap dunia kerja 'bencana'

id direktur jenderalGuy Ryder, Organisasi Buruh Internasional (ILO),pandemi COVID

Ketua ILO sebut dampak pandemi terhadap dunia kerja 'bencana'

Dokumentasi - Direktur Jenderal Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organization/ILO) dalam konferensi pers global melalui video daring pada Selasa (7/4/2020) malam waktu Jakarta. ILO memperkirakan krisis COVID-19 dapat memusnahkan 6,7 persen jam kerja secara global dalam kuartal kedua tahun 2020, atau setara dengan 195 juta pekerja penuh waktu. ANTARA/Tangkapan layar konferensi pers ILO.

Jenewa (ANTARA) - Ketua Organisasi Buruh Internasional (ILO) pada Senin (7/6) menggambarkan dampak pandemi COVID-19 terhadap dunia kerja sebagai "bencana" dan jauh lebih parah dari krisis keuangan 2008.

Saat pembukaan konferensi tingkat menteri ILO direktur jenderal Guy Ryder juga memperingatkan bahwa pemulihan ekonomi yang tidak merata pascapandemi, sebagian disebabkan oleh ketidakadilan dalam pembagian vaksin.

"Dampaknya sangat dahsyat, bencana," katanya. "Secara komprehensif ini mewakili krisis dunia kerja empat kali lebih parah dari yang disebabkan oleh krisis keuangan 2008-2009."

Badan PBB itu pekan lalu menyebutkan bahwa sedikitnya 220 juta orang di seluruh dunia diperkirakan masih menganggur tahun ini dan bahwa PHK terkait pandemi tidak akan digantikan sampai setidaknya 2023.

"Saat kita semakin melihat proses pemulihan dengan sejumlah ekonomi berkembangan  pesat, sangat pesat dan pekerjaan kini diciptakan secara kilat, saya rasa kita perlu menyadari betapa tidak meratanya pemulihan (ekonomi) jika kita terus-terusan pada jalur seperti saat ini," pungkas Ryder.

Sumber: Reuters

Baca juga: Indonesia ajak negara ILO pulihkan dampak COVID-19 untuk dunia kerja
Baca juga: ILO: Tak ada pemulihan pasar pekerjaan global hingga setidaknya 2023
Baca juga: ILO: Pandemi COVID-19 jadi peluang menguatkan sistem K3

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar