Polres Jakarta Pusat buru pelaku tawuran pemuda di Stasiun Sentiong

id tawuran,tawuran warga,kramat sentiong,bom molotov

Polres Jakarta Pusat buru pelaku tawuran pemuda di Stasiun Sentiong

Aksi tawuran pemuda di dekat Stasiun Sentiong, Kramat, Senen, Jakarta Pusat yang terjadi pada Minggu malam (27/6/2021). ANTARA/Instagram/@merekamjakarta

Jakarta (ANTARA) - Polres Jakarta Pusat memburu para pelaku yang terlibat dalam tawuran di dekat Stasiun Sentiong, Kramat, Senen yang terjadi pada Minggu (27/6) malam.

Aksi tawuran tersebut sempat viral di media sosial yang diunggah dalam akun @merekamjakarta. Dalam video berdurasi satu menit itu, terlihat sekelompok pemuda saling serang dengan menggunakan batu. Aksi tawuran ini terlihat berdekatan dengan rel kereta api.

Baca juga: Polres Metro Jakarta Pusat tangkap delapan pelaku tawuran di Kemayoran

Terlihat juga pemuda yang membawa senjata tajam semacam celurit hingga aksi saling lempar batu. Bahkan, berdasarkan kesaksian warga, bom molotov pun beterbangan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Wisnu Wardana membenarkan peristiwa pecahnya tawuran yang terjadi pada Minggu malam. Namun demikian, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab tawuran terjadi.

"Iya kejadiannya Minggu malam. Kapolsek sama anggota sana langsung membubarkan. Tidak ada korban," kata Kompol Wisnu saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Polrestro Jakarta Barat bubarkan tawuran di Palmerah

Pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan. Sejumlah CCTV di lokasi pun akan diperiksa, termasuk sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Wisnu menyampaikan bahwa berdasarkan informasi, aksi tawuran diduga kuat berasal dari media sosial yang melibatkan warga Kramat Raya dan Sentiong.

Baca juga: Pemkot Jakarta Pusat tutup JPO Johar Baru

Polisi berupaya menangkap para pelaku mengingat aksi tawuran ini telah meresahkan warga sekitar.

"Jadi itu antara warga Kramat Raya sama Sentiong sendiri, kemungkinan dari medsos janjiannya. Pemicu masalahnya belum tau masih dilidik," kata Wisnu.

 

Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar