Inggris percepat target penghentian penggunaan batubara

id Inggris,penghentian penggunaan batubara,Inggris berhenti pakai batubara,dubes inggris,owen jenkins,perubahan iklim, dekarbonisasi sektor listrik

Inggris percepat target penghentian penggunaan batubara

Aktivis melakukan aksi damai menolak bisnis energi kotor batubara di Patra Kuningan, Jakarta, Senin (26/4/2021). Aksi damai tersebut merupakan upaya menghentikan penggunaan energi kotor dan mendesak investor serta lembaga jasa keuangan berhenti mendukung lini bisnis energi kotor batubara dan tidak terbuai dengan rencana Green Initiatives Adaro Energy yang terkesan sebagai upaya Greenwashing. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Inggris mempercepat penghentian penggunaan batubara dari bauran energinya menjadi pada 2024, yakni satu tahun lebih cepat dari rencana awal.

Inggris mempercepat target penghentian penggunaan batubara dalam sektor ketenagalistrikan menjadi Oktober 2024, dan batubara bahkan hanya digunakan 1,8 persen untuk pembangkitan listrik pada 2020, demikian pernyataan dari Kedutaan Besar Inggris di Jakarta pada Jumat.

Hal itu merupakan langkah penting dari rencana Pemerintah Inggris dalam rangka dekarbonisasi sektor listrik dan menyelesaikan peran serta Inggris terhadap perubahan iklim -- nol emisi karbon -- pada 2050.

"Berkaca pada pengalaman Inggris yang menggunakan batubara sebanyak 40 persen dalam sektor ketenagalistrikan pada 2012, dan kemudian nol persen pada 2024, menunjukkan bahwa transisi yang cepat sangat mungkin untuk dilakukan. Dan hal ini perlu dilakukan secara bersama-sama di seluruh dunia untuk menyelamatkan planet kita," kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins.

Baca juga: PWYP dorong Indonesia tekan penggunaan energi fosil
Baca juga: Negara maju G20 didesak berkomitmen atas transisi energi


Dia mengatakan percepatan itu menunjukkan bahwa Inggris dapat mengurangi ketergantungannya terhadap batubara pada sektor ketenagalistrikan dari sepertiga menjadi nol hanya dalam 10 tahun.

Langkah itu, menurut Jenkins, akan membantu Inggris untuk melakukan pembangunan kembali yang lebih ramah lingkungan.

"Inggris menemukan bahwa angin adalah pengganti sumber energinya – Indonesia memiliki potensi yang jauh lebih besar meliputi surya, angin, panas bumi, dan masih banyak lagi," ujar dia.

Dubes Inggris itu juga berpendapat bahwa pengumuman target ambisius Pemerintah Indonesia untuk mengakhiri era batubara dan rencana untuk menerapkan insentif terhadap energi terbarukan dan pajak karbon merupakan langkah besar yang akan menguntungkan seluruh rakyat Indonesia.

"Ini merupakan bagian dari gerakan global untuk meninggalkan batubara. Total kapasitas batubara yang dibatalkan sejak 2017 mencapai 4,5 kali lebih besar dibandingkan dengan jumlah yang dibangun," ungkapnya.

Jenkins lebih lanjut menyampaikan bahwa Inggris merasa bangga dapat mendukung tekad Indonesia dalam transisi menuju energi rendah karbon masa depan yang berkelanjutan melalui program Mentari, yaitu program kerja sama Inggris dan Indonesia pada sektor energi rendah karbon.

Program Mentari berfokus pada peningkatan peraturan yang kondusif bagi pengembangan energi terbarukan, memobilisasi investasi ke dalam proyek energi terbarukan, membuktikan konsep proyek energi terbarukan jarak jauh, dan membagikan keahlian serta berkolaborasi dengan berbagai kelompok kepentingan.

"Secara bersama-sama kita akan menciptakan masa depan di mana kita menjaga planet ini, dan memiliki listrik murah yang berlimpah untuk semua orang," ujar Dubes Jenkins.

Baca juga: Bukit Asam mantapkan ekspansi bisnis ke energi baru dan terbarukan
Baca juga: Pertamina kembangkan energi alternatif melalui gasifikasi batu bara

Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar