Pemkot Bandarlampung terima 1.935 vial vaksin sinovac

id Vaksin,Vaksinasi,COVID-19,Bandarlampung,Dinkes

Pemkot Bandarlampung terima 1.935 vial vaksin sinovac

Petugas sedang memberikan vkasinasi kepada masyarakat. Rabu (4/8/2021) ANTARA/Dian Hadiytana

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, Provinsi Lampung, kembali menerima 1.935 vial atau 19.350 dosis vaksin sinovac dari pemerintah pusat.

"Dosis yang kami terima ini diperuntukkan bagi suntikan dosis kedua untuk masyarakat di kota ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Edwin Rusli, di Bandarlampung, Rabu.

Dia menuturkan vaksin yang telah diterimanya tersebut akan langsung didistribusikan ke Puskesmas-Puskesmas di Kota Bandarlampung agar segera melakukan penyuntikan vaksin dosis kedua ini.

Baca juga: 1.035 nakes Denpasar terima vaksinasi COVID-19 ketiga di RSUD Wangaya

"Untuk alokasi vaksin yang kita bagikan ke Puskesmas-Puskesmas itu tergantung kebutuhan mereka. Jadi tidak sama jumlah yang kita distribusikan," kata dia.

Sedangkan bagi masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi dosis pertama tetap akan dilayani atau dibantu mendapatkannya.

Terkait vaksinasi ke-3 bagi tenaga kesehatan (nakes), Kadinkes menyatakan masih belum dilakukan sebab vaksin untuk mereka belum didapatkannya.

Baca juga: Menkes: Indonesia terima 90 juta dosis vaksin COVID-19 hingga Juli

"Vaksinasi untuk nakes yang direncanakan memakai vaksin moderna kami belum dapat, jadi belum bisa dilakukan," kata dia.

Berdasarkan data Kementrian Kesehatan (Kemenkes) yang diakses melalui vaksin.kemkes.go.id pada Rabu jumlah penerima vaksin pertama di Bandarlampung berjumlah 213.841 dan penerima vaksinasi dosis kedua sebanyak 150.080 orang.

Baca juga: Tenaga kesehatan di Kota Malang mulai terima vaksin dosis ketiga

Untuk mencapai herd imunnity di Kota Bandarlampung setidaknya masyarakat yang harus mendapatkan vaksinasi sekitar 700.000 lebih atau 70 persen dari jumlah penduduk kota ini yang berkisar 1,2 juta jiwa.

Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar