Polisi mengejar pelaku pengeroyokan seorang anggota Polda Sultra

id Polisi, kejar, pelaku, pengeroyokan, seorang, anggota, Polda, Sultra,pengeroyokan polisi

Polisi mengejar pelaku pengeroyokan seorang anggota Polda Sultra

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan. ANTARA/Harianto.

Kendari (ANTARA) - Polisi mengejar pelaku dugaan pengeroyokan seorang anggota Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) Bripda Y, usai bermain futsal pada Senin (6/9) malam.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan, di Kendari, Selasa, mengatakan dugaan pengeroyokan itu terjadi di Jalan Kilometer 40 Boulevard, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kendari sekitar pukul 20.20 WITA.

"Memang betul, Senin (6/9) malam pukul 20.20 WITA terjadi pengeroyokan terhadap anggota Polda Sultra. Untuk pelakunya saat ini masih dalam penyelidikan," kata dia.

Ia menyebut, personel Biddokes Polda Sultra Bripda Y diduga dikeroyok oleh orang tidak dikenal (OTK), usai bermain futsal di salah satu lapangan Kota Kendari.

Dia menjelaskan, Bripda Y dikeroyok saat melintas di Jalan 40 Boulevard. Saat itu kendaraan roda dua anggota Polda Sultra itu ditendang oleh kendaraan OTK. Namun, saat ia menghentikan kendaraannya untuk menanyakan siapa pelakunya, di situlah Bripda Y mengalami dugaan pengeroyokan.

"Dia mencari siapa yang menendangnya kemudian di situlah terjadi perkelahian, dan dia dikeroyok mungkin teman-teman daripada lawannya," ujar Ferry.

Setelah mengalami pengeroyokan, lanjut Ferry, Bripda Y lalu mnegendarai kendaraannya menuju Rumah Sakit Bhayangkara.

"Yang bersangkutan setelah dikeroyok itu masih naik motor dan ke rumah sakit untuk melakukan visum," kata dia.

Selain mengejar para pelaku, polisi juga tengah mendalami kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Polda Sultra itu.
Baca juga: Buronan kasus pengeroyokan polisi ditangkap
Baca juga: Pemuda penganiaya polisi diminta tunjukkan sikap bakti pada negara

Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar