Rumbia, Sultra (ANTARA News) - Sekolah Satu Atap (Satap) di Pulau Sagori, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, yang meliputi sekolah dasar dan sekolah menengah pertama masih kekurangan sebanyak 19 orang guru.

Kepala Satap Sagori, Mustafa Kamal, mengatakan, kekurangan guru tersebut masing-masing guru bidang studi pada SMP sebanyak 13 orang dan untuk guru sekolah dasar sebanyak 6 orang.

"Sekarang ini yang ada hanya sebanyak 6 orang guru, yang terdiri dari 1 orang Kepala Sekolah berstatus Pegawai Negeri Sipil dan 5 orang lainnya hanya tenaga honorer," katanya.

Menurut Mustafa kekurangan guru tersebut telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bombana, tetapi sampai saat ini, belum ada penambahan sesuai permintaan sekolah.

"Padahal, Sagori sangat membutuhkan guru sesuai kompetensinya, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di pulau berpasir putih ini," katanya.

Di Satap Sagori, kata Mustafa, saat ini terdapat sebanyak 78 murid yang terdiri dari 49 siswa SD dan 29 siswa SMP.

"Dari jumlah tersebut, dua tenaga honorer ditugaskan untuk mengajar rutin di SD, sedangkan sisanya 4 orang lainnya mengajar di SMP," katanya.

Tingkat pendidikan honerer tersebut, kata Mustafa hanya menamatkan tamatan diploma dua, dengan honor yang dibayarkan per bulan sebesar Rp100.000.

"Rp100 ribu per bulan untuk honorer tersebut, cukup tinggi dibanding biaya operasional sekolah (BOS) yang diterima per triwulan," katanya tanpa menyebut besaran nilai BOS dimaksud.

Sagori merupakan pulau berjarak 15 mil laut dari Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, yang hanya dapat ditempuh dengan perahu katinting dan kapal motor selama 1 jam perjalanan.
(ANT/310/M009)

Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2011