Penangkapan terduga teroris di Tambun menurut saksi mata

id Kerusuhan Mako Brimob,Teroris Jaringan JAD,Densus tangkap JAD

Penangkapan terduga teroris di Tambun menurut saksi mata

Densus 88. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Cikarang, Bekasi, Jawa Barat (ANTARA News) - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polda Jawa Barat menangkap empat terduga teroris di Kabupaten Bekasi yang berniat membebaskan rekan-rekan mereka di Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok, Kamis (10/5) dini hari, setelah insiden penyanderaan awal pekan ini.

"Kelompok teroris ini kami ketahui berangkat dari Tambun dengan niat ingin membebaskan sejumlah rekannya yang sempat terlibat dalam kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, kemarin," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Syahrar Diantono kepada wartawan, Jumat.

Penangkapan kelima terduga teroris itu sempat diwarnai aksi baku tembak di Desa Mekarsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara dari sejumlah saksi mata, baku tembak  berlangsung pukul 02.00 WIB di Jalan Underpass Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, tepat di RT01, RW16, depan pos polisi Pasar Tambun.

Tim Densus Polda Metro Densus Polda Jabar telah menangkap lima orang terduga teroris dengan berakhir penembakan.

Seorang saksi mata bernama Ade (50) mengatakan, penangakapan itu berlangsung  di Jalan Diponogoro, Tambun Selatan. "Saya mendengar ada lima kali letusan tembakan di lokasi penangkapan," kata dia.

Baca juga: Densus 88 tembak dua terduga teroris JAD yang berusaha rebut senjata petugas di Tambun

Menurut dia, satu dari empat orang yang berhasil ditangkap polisi diketahui menderita luka tembak di bagian kaki.

"Ada empat orang yang ditangkap petugas kepolisian berpakaian preman sekitar 29 orang," kata Ade.

Menurut dia, lokasi penyergapan terduga teroris itu tersebar di lima titik kejadian, di antaranya Jalan Underpass dan Jalan Diponegoro.

Sementara itu dalam keterangan pers kepada wartawan Mabes Polri mengungkap empat terduga teroris yang kini telah diamankan dari Tambun.

Mereka adalah AM (39), HG (41), RA (41) dan JG (30) yang seluruhnya warga Tasikmalaya, JAwa Barat.

Tidak ada korban tewas dalam kronologis penangkapan itu, namun dua terduga teroris mengalami luka tembak dan telah memperoleh perawatan medis di RS Bhayangkara.

Korban luka dan tewas saat ini dibawa petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk keperluan perawatan dan visum.

Baca juga: Strategi Jokowi dan polisi lumpuhkan napi teroris di Mako Brimob

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar