Kalteng terbitkan surat edaran cegah pernikahan dini

id Kalteng

Kalteng terbitkan surat edaran cegah pernikahan dini

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise bersama Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan dan istri serta sejumlah Bupati se-Kalteng memotong tumpeng menyambut peringatan hari Ibu ke-90, Palangka Raya, Kamis (13/12/18). (Foto Antara Kalteng/Jaya W Manurung).

Palangka Raya, 13/12 (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menerbitkan surat edaran terkait pencegahan dan penghapusan pernikahan dini, sebagai salah satu upaya memberikan perlindungan bagi anak-anak perempuan di provinsi ini.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat Peringatan Hari Ibu ke-90 tingkat Kalteng, yang dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise, di Palangka Raya, Kamis.

"Saya juga mengajak seluruh Bupati/Wali Kota serta instansi vertikal untuk bersama-sama mengintegrasikan sumber daya pembangunan, dalam memenuhi hak dan melindungi anak dari tindakan kekerasan, pelecehan, eksploitasi, dan diskriminasi," kata Sugianto.

Sedangkan untuk perlindungan, pemberdayaan dan melibatkan perempuan dalam pembangunan, dia mengaku telah memberikan perhatian sejak dipercaya memimpin Kalteng. Sebab, potensi dan peran perempuan di provinsi ini sungguh luar biasa apabila digali, dikembangkan dan diberikan kesempatan secara optimal.

Sugianto mengatakan telah memberi petunjuk kepada seluruh perangkat daerah, untuk membuat terobosan-terobosan nyata dalam rangka meningkatkan potensi peran perempuan di provinsi Kalteng.

"Prakarsa pembangunan di Kalteng pun harus disertai dengan penganggaran dan responsif gender secara menyeluruh, baik di perangkat daerah maupun kantor-kantor vertikal," kata dia.

Selama dua tahun terakhir, penilaian nasional terhadap pelaksanaan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, terutama pengarusutamaan gender, hampir semua kabupaten/kota se-Kalteng sudah aktif memberikan respon bahkan berkomitmen.

Orang nomor satu di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila ini menyebut, untuk tahun ini dirinya mendapat laporan bahwa seluruh kabupaten/kota telah aktif merespon penilaian secara nasional melalui aplikasi daring.

"Saya menyambut baik perkembangan positif itu, karena dengan mengikuti penilaian responsif gender, masing-masing Bupati/Wali Kota dapat mengukur kekurangan dan kelebihan untuk diperbaiki kedepan," kata Sugianto.

Provinsi Kalteng merupakan yang pertama di 2018 melaksanakan perayaan memperingati Hari Ibu ke-90. Perayaan itu bahkan menjadi sejarah bagi Kalteng karena langsung dihadiri Menteri PPPA.

Pewarta : Rendhik Andika
Editor: Jaka Sugiyanta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar