Pembeli mobil impor di Korsel didominasi kalangan tua

id pembelian mobil,mobil,otomotif,finance

Pembeli mobil impor di Korsel didominasi kalangan tua

Ilustasri pembelian kendaraan roda empat (ANTARA News/Flickr.com)

Jakarta (ANTARA News) - Menurut data industri di Korea Selatan pada Jumat, konsumen yang membeli kendaraan impor didominasi oleh kalangan berusia tua.

Statistik tahun lalu dari Asosiasi Pengimpor & Distributor Mobil Korea (KAIDA) menunjukkan 34,6 persen pembeli dari 166.271 mobil asing yang dijual di negara itu berusia 30-an. Orang-orang berusia 40-an adalah kelompok terbesar berikutnya, menyumbang 30,7 persen, diikuti oleh 50-an sekitar 18,6 persen dan 60-an 7,7 persen.

Sedangkan pembeli dari golongan muda berusia 20-an hanya menyumbang 6,4 persen.

Dilansir Yonhap, Jumat, perbandingan dengan tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa usia pembeli mobil impor meningkat. Jumlah untuk usia 30-an misalnya, meningkat pada 2015 yaitu 38 persen menjadi 38,2 persen di 2016, tetapi turun lagi menjadi 35,9 persen pada 2017, sebelum turun lebih jauh tahun lalu sekitar 34,6 persen.

Pada 10 tahun lalu, konsumen berusia 20-an pernah menjadi konsumen tertinggi pada segmen ini, kendati proporsi mereka telah turun sejak 2015.

Pembeli di usia 40-an tumbuh dari 28,3 persen pada 2015 menjadi 29,4 persen pada 2016 dan menjadi 30,2 persen pada 2017. Tren ini kembali diulang untuk usia 50-an, naik dari 16,5 persen pada 2016 menjadi 17,7 persen pada 2017.

Kelompok yang lebih tua -- orang-orang berusia 60-an -- sangat terlihat di pasar untuk membeli mobil berlogo asing. Proporsi mereka naik 36 persen dalam periode dua tahun yang melebihi jumlah pembeli di usia 20-an pada tahun lalu.

Berdasarkan jenis mobil, pengemudi yang lebih muda di usia 30-an memilih BMW, Mercedes-Benzes, dan Toyota. Mereka yang berusia 40-an dan 50-an cenderung memilih Mercedes-Benz daripada BMW.

Namun preferensi telah berubah, data statistik 2017 menunjukkan 34,7 persen konsumen memilih BMW dan 22,8 persen membeli Mercedes-Benz di segmen usia 20-an,

"Penjualan BMW tahun lalu umumnya dipengaruhi kasus mesin yang terbakar," kata seorang pejabat KAIDA.  "Jajaran yang terdiversifikasi di kelas-C dan di bawah merek Mercedes-Benz juga kemungkinan terdampak," tutupnya.

Baca juga: Momobil.id incar pasar luar Pulau Jawa

Baca juga: Konsumen dapat Vespa usai beli kendaraan di Momobil.id

Baca juga: Alfa Romeo jadi sponsor utama penggalangan dana "Theodora Charity Party"

Pewarta : Chairul Rohman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar