Universitas Negeri Semarang lestarikan kesenian Jawa melalui UKM

id Unnes,pelestarian,kesenian Jawa

Universitas Negeri Semarang lestarikan kesenian Jawa melalui UKM

Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) menari dalam acara sosialisasi Hari Tari Dunia di area "car free day" (CFD) Jalan Pahlawan, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (15/4/2018). Hari Tari Dunia yang jatuh pada 29 April tersebut pertama kali dicanangkan pada 1982 oleh lembaga tari internasional CID Counseil Internasional de la Danse untuk mengajak seluruh warga dunia berpartisipasi menampilkan tari-tarian negara mereka, sekaligus sebagai upaya pelestarian kebudayaan masing-masing negara di dunia. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Semarang, 15/2 (ANTARA News) - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kesenian Jawa Universitas Negeri Semarang (Unnes) berkomitmen menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk melestarikan budaya di tengah perkembangan zaman yang modern sekarang ini.

Ketua UKM Kesenian Jawa Unnes Semarang. Novita Gustin Fajri di Semarang, Jumat, mengatakan organisasi itu merupakan wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang seni.

"Meski UKM ini kental dengan unsur Jawa, banyak anggotanya yang justru bukan berasal dari suku Jawa," kata dia.

Berbagai jenis kesenian yang ada di organisasi itu, di antaranya karawitan, panembrama, tari, ketoprak, serta campursari.

Ia menyebut UKM itu sering tampil dalam berbagai kegiatan seni budaya sebagai wadah unjuk kemampuan para mahasiswa yang menjadi anggotanya.

"Tidak hanya tampil di kampus, tetapi juga berbagai kegiatan seni yang digelar di Kota Semarang," kata dia.

Bahkan, kata dia, UKM itu juga berkesempatan tampil dalam "International Gamelan Festival" di Solo pada tahun lalu.

Ia menambahkan kegiatan UKM Kesenian Jawa tersebut sejalan dengan visi dan misi Unnes sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan konservasi lingkungan maupun budaya.

Baca juga: Unnes siap gelar ajang Sinden Idol 3

Baca juga: Unnes dorong batik pewarna alami

Baca juga: UI buka Sekolah Budaya Jawa di Boyolali

Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar