Semen Gresik kampanyekan daur ulang sampah plastik

id semen gresik, kampanyekan, daur ulang, sampah plastik

Semen Gresik kampanyekan daur ulang sampah plastik

Seorang peserta Semen Gresik Recycle Fashion Carnival menampilkan gaun yang berbahan aneka sampah plastik di kawasan Pantai Nyamplung Indah, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Senin (22/4/2019). (Dokumentasi PT Semen Gresik)

Rembang (ANTARA) - PT Semen Gresik mengampanyekan daur ulang sampah plastik lewat "Festival Jaga Bumi" yang digelar di kawasan Pantai Nyamplung Indah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Senin, yang menuntut kreativitas pesertanya menampilkan aneka kerajinan yang terbuat dari sampah plastik.

Kegiatan yang diinisiasi PT Semen Gresik dalam rangka Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April tersebut, meliputi bersih-bersih Pantai Nyamplung, tanam pohon, lomba mewarnai "satu anak satu pohon", dan Semen Gresik Recycle Fashion Carnival.

Direktur Operasional PT Semen Gresik Joko Sulistyanto di Rembang, Senin, mengatakan kegiatan "Festival Jaga Bumi" ini, merupakan salah satu upaya perusahaan untuk menumbuhkan kesadaran dan sekaligus berkontribusi nyata dalam gerakan peduli lingkungan.

Kegiatan Semen Gresik Recycle Fashion Carnival termasuk salah satu yang menarik perhatian karena berbagai gaun unik dan menarik yang merupakan hasil kreativitas pelajar tingkat SMP hingga SMA/sederajat di Kabupaten Rembang ditampilkan.

"Beragam busana dirangkai dari aneka sampah plastik, sebagai salah satu upaya pemanfaatan sampah plastik agar bisa diubah menjadi barang yang punya nilai tambah," ujarnya.

Hal tersebut, kata dia, sangat penting mengingat sampah plastik menjadi persoalan serius di dunia, termasuk Indonesia.

Berdasar data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2018, sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/tahun dan sekitar 3,2 juta ton sampah plastik tersebut masuk ke laut.

Salah seorang peserta Semen Gresik Recycle Fashion Carnival, Fadhe Agnes Dwi Febianti pelajar kelas VII SMPN 3 Lasem mengaku senang bisa mengikuti ajang peragaan busana berbahan sampah plastik yang menjadi pengalaman pertamanya.

"Hasilnya sungguh di luar dugaan karena SMP3 Lasem dinobatkan sebagai juara pertama, meskipun pembuatan gaun dari sampah merupakan yang pertama," ujarnya.

Baca juga: Kiara soroti deforestasi mangrove dan sampah plastik di laut
Baca juga: Isu sampah plastik dibahas dalam Korea Maritime Week

Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar