Kabupaten Sukabumi tambah lahan untuk pengembangan bawang putih

id Bawang Putih ,Kabupaten Sukabumi ,penanaman bawang putih

Kabupaten Sukabumi tambah lahan untuk pengembangan bawang putih

Persediaan bawang putih di pasar tradisional Kota Sukabumi, Jawa Barat. (Foto: Aditya Rohman/Antaranews).

Sukabumi (ANTARA) - Kabupaten Sukabumi terus berupaya mengembangkan penanaman bawang putih di beberapa titik tambahan dalam upaya peningkatan hasil produksi pertanian, sekaligus menyiapkan cadangan untuk didistribusikan ke pasaran.

"Penanaman bawang putih yang sudah kami lakukan di wilayah Goalpara, Sukalarang dan Sukaraja. Ternyata daerah tersebut cocok untuk mengembangkan komoditas ini," kata Kepala Dinas Pertanian Sudrajat di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu.

Menurutnya, pertanian bawang putih ini mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi. Pihaknya sampai saat masih mencari lokasi lainnya dalam pengembangan komoditas tersebut.

Pengembangan bawang putih tersebut, kata dia, diharapkan kelak bisa menjadi  komoditas andalan Kabupaten Sukabumi dan menjadi cadangan nasional.

Sementara, Bupati Sukabumi mengatakan masuknya investasi bawang putih di Kabupaten Sukabumi relevan dengan potensi sumber daya alam yang begitu besar di sektor pertanian yang perlu dikembangkan secara optimal.

"Ini menjadi bukti saat bawang putih dikembangkan di Kabupaten Sukabumi hasil ternyata baik. Pengembang dan importir bawang putih bisa mencoba lahan di Kecamatan Kabandungan, yang akan diberdayakan seluas 10 hektare," tambahnya.

Ia pun menginstruksikan kepada penyuluh pertanian untuk mensosialisasikan prospek dan keberhasilan panen bawang putih kepada masyarakat, agar petani bisa mulai menanam bawang putih di lahan pertanian mereka, apalagi potensi pasarnya sangat luas.

Selain bawang putih, lanjut dia, Kabupaten Sukabumi mengembangkan tanaman kopi yang sudah terbukti kualitasnya dan bisa bersaing dengan kopi dari beberapa daerah di Indonesia.


Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar