Timor Leste kirim wartawan ke Indonesia untuk pelatihan jurnalisme

id Timor leste,jurnalistik ,Timor leste-indonesia

Timor Leste kirim wartawan ke Indonesia untuk pelatihan jurnalisme

Menteri Muda Komunikasi Sosial Timor Leste (SECOMS) Mericio Juvenal dos Reis Akara. (TATOLI)

Dili (ANTARA) - Guna meningkatkan kerja sama pendidikan dan pelatihan jurnalisme dengan Indonesia, Timor Leste mengirim sejumlah wartawan Kantor Berita TATOLI ke Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA pada pekan depan selama dua pekan.

“Kami tetap berkomitmen meningkatkan kemampuan profesionalitas para jurnalis melalui kerja sama dengan banyak pihak di Indonesia, termasuk Kantor Berita ANTARA,” kata Menteri Muda Komunikasi Sosial Timor Leste (SECOMS), Mericio Juvenal dos Reis Akara kepada ANTARA di Dili, Selasa.

Di sela-sela diskusi internasional bertema “Peluang, Tantangan dan Pertimbangan Pembentukan Institut Jurnalisme di Timor Leste”, ia mengemukakan, pihaknya tetap berkomitmen menjaga kemerdekaan pers dengan mengirimkan wartawannya ke berbagai negara.

Khusus dengan Indonesia, lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Indonesia (FISIP UI) Depok itu mengatakan pada Juli 2019 pemerintah telah mengirim sejumlah wartawan ke Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) di Jakarta.

“Ada kebutuhan wartawan Timor Leste meningkatkan keterampilan liputan investigatif ke LPDS. Ini meneruskan berbagai kegiatan yang lalu,” katanya, merujuk kerja sama dengan lembaga pendidikan jurnalisme yang didirikan Dewan Pers RI pada 1988 tersebut.

Selain itu, ia menyatakan, SECOMS juga mengirimkan sejumlah wartawan yang meliput di Istana Presiden dan Istana Perdana Menteri Timor Leste ke LPDS.

SECOMS mengirimkan wartawan peliput acara kenegaraan di lembaga eksekutifnya tersebut untuk angkatan ke dua, setelah sebelumnya pelatihan serupa dilaksanakan pada 2017.

“Kami sangat berharap jurnalis negeri ini banyak mendapat pengalaman positif di Indonesia, karena kami juga sedang menyiapkan institut jurnalisme seperti LPDS di bawah Dewan Pers Timor Leste,” ujar Mericio.

Selama ini, ia menambahkan, telah ada jurusan ilmu komunikasi di Universitas Nasional Timor Leste. Selain itu mereka juga membutuhkan lembaga pendidikan dan pelatihan jurnalisme secara lebih khusus, seperti peliputan investigatif dan manajemen industri pers.

“Perkembangan industri pers berlangsung cepat, juga media sosial, sehingga wartawan Timor Leste tidak boleh ketinggalan dalam menghadapi ini,” kaat Mericio Juvenal dos Reis Akara.

Pewarta : Priyambodo RH, Suryanto
Editor: Bambang Purwanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar