UKM binaan BUMN ikut Pameran Kopi dan Coklat Afrika

id kopi, kopi asal sumedang,pupuk kujang,pameran kopi dan coklat,kopi geulis

UKM binaan BUMN ikut Pameran Kopi dan Coklat Afrika

Pengunjung menikmati kopi asal Sumedang yang diproduksi salah satu UKM binaan Pupuk Kujang. (Humas Pupuk Kujang)

Karawang (ANTARA) - PT Pupuk Kujang mengirim salah satu pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) mitra binaannya memamerkan kopi asal Sumedang pada Pameran Kopi dan Coklat Afrika 2019, di Johannesburg, Afrika Selatan.

"Kami akan terus mendorong kemajuan para pelaku UKM, khususnya UKM yang menjadi mitra binaan perusahaan," kata Manajer Komunikasi Perusahaan PT Pupuk Kujang Ade Cahya, dalam siaran pers yang diterima di Kabupaten Karawang, Kamis.

Ia menyampaikan, beberapa hari lalu KBRI Pretoria berhasil mengikutsertakan salah satu mitra binaan yang terpilih, yakni petani kopi asal Sumedang “Kopi Geulis” pada pameran coklat dan kopi terbesar di dunia, Coffee and Chocolate Africa 2019, di Ticket Dome Pro, Johannesburg, Afrika Selatan.

Pameran itu diikuti 230 peserta yang berasal dari industri hospitality, coffee maker manufacturer, dan restoran. Para peserta pameran tersebut berasal dari berbagai negara.

PT Pupuk Kujang berharap exposure dari keikutsertaannya Kopi Geulis mampu memacu semangat pengusaha UMKM binaan lainnya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan serta kualitas produknya. Sehingga dapat eksis dan bersaing di pasar nasional dan internasional. "Inilah saatnya para pelaku bisnis UKM berlomba-lomba meningkatkan kualitas produk dan keahliannya, agar mampu bersaing dalam ekonomi baik pasar dalam negeri maupun luar negeri," katanya.

Sementera itu, Ai Awang, salah satu mitra binaan dan pemilik dari “Kopi Geulis” menyampaikan terima kasih kepada PT Pupuk Kujang karena sudah mendapatkan kesempatan mengikuti pameran tingkat dunia itu. "Kami baru pertama kali ikut pameran ini sejak menjadi mitra binaan Pupuk Kujang. Ini kesempatan bagi kami untuk mengembangkan usaha dan semoga jika ada pameran lagi kami dilibatkan kembali,” katanya.*

Baca juga: Ridwan Kamil: kopi komoditas "tak bermasalah"

Baca juga: Jabar pasarkan kopi dan teh ke Inggris

Pewarta : M.Ali Khumaini
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar