Polisi di Sulbar pantau pemukiman ditinggal mudik
Senin, 11 Juni 2018 19:13 WIB
Ilustrasi. Polisi bersenjata laras panjang berpatroli di kawasan pusat penjualan emas Jalan Blauran, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (24/5/18). ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Mamuju (Antaranews Sulsel) - Personel kepolisian baik dari Polda Sulbar maupun Polres di seluruh kabupaten di daerah itu mulai melakukan patroli di kawasan permukiman yang ditinggal mudik.
"Untuk menjamin keamanan atas rumah warga yang mudik, tim patroli Dit Samapta Polda Sulbar telah berpatroli di area perumahan penduduk," kata Dir Samapta Polda Sulbar, AKBP Mohamad Syarif Harjosaputro, di Mamuju, Senin.
Ia mengatakan, patroli akan diintensifkan guna untuk meminimalkan tindakan kejahatan berupa pencurian serta penjarahan atas rumah kosong.
Ia berharap dengan kegiatan patroli dapat tercipta daerah yang aman dan kondusif, dan para pemudik merasa aman saat meninggalkan rumahnya.
Sebelumnya, Kapolda Sulbar Brigjen Baharuddin Djafar menyebutkan terdapat empat potensi kerawanan yang harus diwaspadai bersama, yaitu kerawanan ketahanan pangan, kerawanan kelancaran keamanan arus mudik dan arus balik, serta pencurian di rumah kosong serta pembegalan.
Menurut dia, Operasi Ketupat Idul Fitri merupakan operasi kepolisian terpusat tahun 2018 diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran Polda selama 18 hari mulai tanggal 7 sampai dengan 24 Juni 2018.
Operasi ini melibatkan sebanyak 173.397 personel pengamanan gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemda serta pihak terkait.
Kapolda mengatakan, di Provinsi Sulbar disiagakan sekitar 1.618 personel gabungan pengamanan Idul Fitri terdiri sebanyak 667 orang personel Polda Sulbar dan 951 orang berasal dari berbagai instansi terkait, termasuk personel TNI.
"Untuk menjamin keamanan atas rumah warga yang mudik, tim patroli Dit Samapta Polda Sulbar telah berpatroli di area perumahan penduduk," kata Dir Samapta Polda Sulbar, AKBP Mohamad Syarif Harjosaputro, di Mamuju, Senin.
Ia mengatakan, patroli akan diintensifkan guna untuk meminimalkan tindakan kejahatan berupa pencurian serta penjarahan atas rumah kosong.
Ia berharap dengan kegiatan patroli dapat tercipta daerah yang aman dan kondusif, dan para pemudik merasa aman saat meninggalkan rumahnya.
Sebelumnya, Kapolda Sulbar Brigjen Baharuddin Djafar menyebutkan terdapat empat potensi kerawanan yang harus diwaspadai bersama, yaitu kerawanan ketahanan pangan, kerawanan kelancaran keamanan arus mudik dan arus balik, serta pencurian di rumah kosong serta pembegalan.
Menurut dia, Operasi Ketupat Idul Fitri merupakan operasi kepolisian terpusat tahun 2018 diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran Polda selama 18 hari mulai tanggal 7 sampai dengan 24 Juni 2018.
Operasi ini melibatkan sebanyak 173.397 personel pengamanan gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemda serta pihak terkait.
Kapolda mengatakan, di Provinsi Sulbar disiagakan sekitar 1.618 personel gabungan pengamanan Idul Fitri terdiri sebanyak 667 orang personel Polda Sulbar dan 951 orang berasal dari berbagai instansi terkait, termasuk personel TNI.
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor : Amirullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tiga pemain bertahan Chelsea absen lawan Port Vale di perempatfinal Piala FA
04 April 2026 19:09 WIB