BUMN Hadir - Siswa Sumbar dilatih tarian `Karannuang` khas Sulsel
Minggu, 12 Agustus 2018 16:04 WIB
Sejumlah peserta SMN asal Sumatera Barat berlatih tari 'Karannuang' di Sanggar Tari Celebes Kota Makassar, Minggu (12/8). (Foto ANTARA/Darwin Fatir/18)
Makassar (Antaranews Sulsel) - Sejumlah peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Sumatera Barat (Sumbar) mengikuti pelatihan tarian khas Sulawesi Selatan (Sulsel) yakni tari `Karannuang` (kegembiraan) di Sanggar Tari Celebes Kota Makassar.
"Kami memberikan pelatihan singkat kepada siswa asal Sumbar ini sebagai perkenalan seni budaya di Sulsel. Biasanya tarian ini digunakan saat kegembiraan atau penyambutan tamu-tamu penting," tutur pengajar tarian khas Sulsel, Indah Musta di Sanggar Tari Celebes Makassar, Minggu.
Menurut dia, tarian tersebut memiliki gerakan yang lembut serta menggunakan kipas sebagai medianya agar lebih menarik perhatian bagi penonton. Selain itu tarian Karannuang biasanya dipertunjukkan saat acara hiburan.
"Tarian ini juga memiliki makna tersendiri, setiap gerakan memiliki arti. Biasanya tarian Karannuang ditampilkan saat acara-acara kegembiraan seperti pengantin, perjamuan tamu penting dan lainnya," tambahnya.
Pengajar tari lainnya, Muh Ardinsyah menambahkan, biasanya untuk latihan tari seperti itu membutuhkan waktu tiga hari untuk menguasai gerakannya, bahkan semiggu bila siswanya agak kaku menari.
"Tari Karannuang dari sinopsisnya diterjemahkan sebagai bentuk kegembiraan para remaja. Tarian ini adalah tari kreasi baru yang menggambarkan kelembutan dan kecantikan gadis dan kekuatan pria Makassar serta menceritakan persatuan dan kesatuan yang selalu harus dijaga antara pria dan wanita," ucapnya.
Sementara pendamping SMN asal Sumbar, Muhammad Nuh pada kesempatan itu menuturkan, pelatihan ini merupakan pelajaran yang patut diketahui siswa dalam mengenal budaya nusantara, mengingat di Indonesia memiliki bermacam suku bangsa dan kebudayaan.
"Siswa mesti mengenal budaya nusantara dan mengetahui kesenian daerah masing-masing. Hasil pelatihan ini nanti akan dikolaborasikan dengan siswa dari Sulsel maupun Sumbar, mereka akan pentas bersama pada 20 Agustus di Sumbar saat penutupan acara program SMN," katanya.
Manajer Keuangan CSR PT Bukit Asam itu menambahkan, program pertukaran pelajar tersebut diharuskan Kementerian BUMN sebagai bagian dari pengabdian BUMN hadir untuk negeri di beberapa provinsi di Indonesia
"Kami berharap dengan program SMN ini, siswa akan paham budaya dan tradisi serta sejarah masing-masing daerah seperti di Sulsel maupun Sumbar, selain itu tempat-tempat wisata juga perlu mereka ketahui untuk dijadikan pengetahuan dengan menuangkannya dalam betuk tulisan diary," tambahnya.
Program BUMN Hadir untuk Negeri di seluruh provinsi di Indonesia diharapkan dapat menjadi pendorong pengembangan ekonomi di daerah khususnya wilayah terdepan, terluar dan tertinggal atau 3T.
Rangkaian kegiatan SMN asal Sumbar saat berada di Sulsel selama tujuh hari akan mengunjungi berbagai lokasi yang bernilai edukatif antara lain tempat bersejarah Benteng Fort Rotterdam dan Benteng Somba Opu, Makam Kerajaan Binamu Jeneponto, publik space Pantai Losari, Sanggar Celebes Indonesia, Perpustakaan dan Arsip Daerah Sulsel. Selain itu ke lokasi wisata alam Taman Nasional Bantimurung, SMA unggulan Malino, PLTB Jeneponto dan Trans Studio Makassar, rumah kreatif, pabrik semen Tonasa dan industri kapal Indonesia.
Selain program SMN tang mulai 10-18 Agustus, juga kegiatan BUMN Hadir untuk Negeri di wilayah Sulsel akan dilaksanakan upacara bendera peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2018 dan jalan sehat, 19 Agustus 2018, yang dipusatkan di Kabupaten Jenepontol.
Sejumlah peserta SMN asal Sumatera Barat sedang mengikuti pelatihan tari 'Karannuang' di Sanggar Tari Celebes Kota Makassar, Minggu (12/8). (Foto ANTARA/Darwin Fatir/18)
"Kami memberikan pelatihan singkat kepada siswa asal Sumbar ini sebagai perkenalan seni budaya di Sulsel. Biasanya tarian ini digunakan saat kegembiraan atau penyambutan tamu-tamu penting," tutur pengajar tarian khas Sulsel, Indah Musta di Sanggar Tari Celebes Makassar, Minggu.
Menurut dia, tarian tersebut memiliki gerakan yang lembut serta menggunakan kipas sebagai medianya agar lebih menarik perhatian bagi penonton. Selain itu tarian Karannuang biasanya dipertunjukkan saat acara hiburan.
"Tarian ini juga memiliki makna tersendiri, setiap gerakan memiliki arti. Biasanya tarian Karannuang ditampilkan saat acara-acara kegembiraan seperti pengantin, perjamuan tamu penting dan lainnya," tambahnya.
Pengajar tari lainnya, Muh Ardinsyah menambahkan, biasanya untuk latihan tari seperti itu membutuhkan waktu tiga hari untuk menguasai gerakannya, bahkan semiggu bila siswanya agak kaku menari.
"Tari Karannuang dari sinopsisnya diterjemahkan sebagai bentuk kegembiraan para remaja. Tarian ini adalah tari kreasi baru yang menggambarkan kelembutan dan kecantikan gadis dan kekuatan pria Makassar serta menceritakan persatuan dan kesatuan yang selalu harus dijaga antara pria dan wanita," ucapnya.
Sementara pendamping SMN asal Sumbar, Muhammad Nuh pada kesempatan itu menuturkan, pelatihan ini merupakan pelajaran yang patut diketahui siswa dalam mengenal budaya nusantara, mengingat di Indonesia memiliki bermacam suku bangsa dan kebudayaan.
"Siswa mesti mengenal budaya nusantara dan mengetahui kesenian daerah masing-masing. Hasil pelatihan ini nanti akan dikolaborasikan dengan siswa dari Sulsel maupun Sumbar, mereka akan pentas bersama pada 20 Agustus di Sumbar saat penutupan acara program SMN," katanya.
Manajer Keuangan CSR PT Bukit Asam itu menambahkan, program pertukaran pelajar tersebut diharuskan Kementerian BUMN sebagai bagian dari pengabdian BUMN hadir untuk negeri di beberapa provinsi di Indonesia
"Kami berharap dengan program SMN ini, siswa akan paham budaya dan tradisi serta sejarah masing-masing daerah seperti di Sulsel maupun Sumbar, selain itu tempat-tempat wisata juga perlu mereka ketahui untuk dijadikan pengetahuan dengan menuangkannya dalam betuk tulisan diary," tambahnya.
Program BUMN Hadir untuk Negeri di seluruh provinsi di Indonesia diharapkan dapat menjadi pendorong pengembangan ekonomi di daerah khususnya wilayah terdepan, terluar dan tertinggal atau 3T.
Rangkaian kegiatan SMN asal Sumbar saat berada di Sulsel selama tujuh hari akan mengunjungi berbagai lokasi yang bernilai edukatif antara lain tempat bersejarah Benteng Fort Rotterdam dan Benteng Somba Opu, Makam Kerajaan Binamu Jeneponto, publik space Pantai Losari, Sanggar Celebes Indonesia, Perpustakaan dan Arsip Daerah Sulsel. Selain itu ke lokasi wisata alam Taman Nasional Bantimurung, SMA unggulan Malino, PLTB Jeneponto dan Trans Studio Makassar, rumah kreatif, pabrik semen Tonasa dan industri kapal Indonesia.
Selain program SMN tang mulai 10-18 Agustus, juga kegiatan BUMN Hadir untuk Negeri di wilayah Sulsel akan dilaksanakan upacara bendera peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2018 dan jalan sehat, 19 Agustus 2018, yang dipusatkan di Kabupaten Jenepontol.
Sejumlah peserta SMN asal Sumatera Barat sedang mengikuti pelatihan tari 'Karannuang' di Sanggar Tari Celebes Kota Makassar, Minggu (12/8). (Foto ANTARA/Darwin Fatir/18)
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hadir di Musda II KBPP Sulbar, Dr Evita Nursanty : Bantu Polri jaga Kantibmas
26 April 2026 6:28 WIB
Wamen Pariwisata : Pemda harus hadir mendukung kegiatan berkualitas daerah
25 September 2025 12:46 WIB
Terpopuler - Seni Budaya
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019
Budaya "Appalili" Kabupaten Gowa terus dipertahankan tingkatkan hasil pertanian
05 December 2019 11:44 WIB, 2019