Unhas fokus mendata mahasiswa Untad korban gempa
Rabu, 3 Oktober 2018 21:07 WIB
Makassar (Antaranews Sulsel) - Universitas Hasanuddin fokus melakukan pendataan terhadap para mahasiswa korban gempa asal Universitas Tadulako (Untad) yang ingin mengikuti kuliah sementara (sit in) di Unhas Makassar.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Muh Restu, MP di Makassar, Rabu, mengatakan telah menggelar rapat bersama seluruh Wakil Dekan Bidang Akademik se-Unhas yang khusus membahas kesiapan Unhas untuk menampung mahasiswa Universitas Tadulako yang akan mengikuti kuliah sementara (sit in) di Kampus Merah.
"Saya meminta rekan-rekan Wakil Dekan Akademik untuk melaporkan kesiapan daya tampung yang bisa kita akomodasi untuk mahasiswa asal Untad yang akan sit in. Pada saat bersamaan, saya juga meminta Humas untuk mendata jumlah mahasiswa Untad yang ingin kuliah sementara di Unhas," katanya.
Secara umum, kata dia, para wakil dekan bidang akademik menyatakan kesiapannya. Jika jumlah mahasiswa Untad pada suatu prodi tidak terlalu besar, bisa disisipkan di kelas-kelas yang sudah berjalan.
Namun jika jumlah mahasiswa cukup besar pada suatu prodi, kita akan memikirkan alternatif lain, kalau perlu membuka kelas baru.
"Dengan demikian, data mengenai jumlah mahasiswa asal Untad ini sangat penting bagi kita," jelasnya.
Untuk proses pendataan, pihaknya meminta para mahasiswa Untad yang telah meninggalkan Palu (khususnya yang berada di Makassar) dan ingin mengikuti kuliah sementara (sit in) di Unhas, dipersilakan langsung mengisi formulir pendataan awal di Unhas.
Formulir ini dapat diperoleh dan diserahkan ke Subdit Humas dan Informasi Publik Unhas, Lantai 6 Gedung Rektorat Unhas.
Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah, mengatakan langkah ini merupakan respon dari situasi di Palu yang masih sangat sulit untuk berkomunikasi.
"Kita tidak ingin memberatkan mahasiswa Untad. Duka Tadulako adalah duka Unhas. Bagaimanapun, Untad itu lahir sebagai salah satu binaan Unhas," kata Suharman.
Setelah mahasiswa ini didata, Unhas akan mengirimkan nama-nama tersebut ke pihak Untad untuk memperoleh persetujuan dari pimpinannya.
"Jadi, prosesnya adalah antarlembaga. Setelah Untad mengirimkan rekomendasi nama-nama yang kita kirimkan, barulah proses kuliah sementara di Unhas bisa dimulai," lanjutnya.
Berkaitan dengan biaya kuliah, Wakil Rektor Bidang Akademik Unhas menegaskan Unhas berkomitmen tidak akan membebani mahasiswa dengan biaya-biaya.
"Kita akan memikirkan mekanismenya, berkoordinasi dengan Majelis Rektor, Forum Rektor, dan Kemenristek Dikti. Yang jelas, mahasiswa korban bencana ini tidak akan terbebani," kata Prof Restu.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Muh Restu, MP di Makassar, Rabu, mengatakan telah menggelar rapat bersama seluruh Wakil Dekan Bidang Akademik se-Unhas yang khusus membahas kesiapan Unhas untuk menampung mahasiswa Universitas Tadulako yang akan mengikuti kuliah sementara (sit in) di Kampus Merah.
"Saya meminta rekan-rekan Wakil Dekan Akademik untuk melaporkan kesiapan daya tampung yang bisa kita akomodasi untuk mahasiswa asal Untad yang akan sit in. Pada saat bersamaan, saya juga meminta Humas untuk mendata jumlah mahasiswa Untad yang ingin kuliah sementara di Unhas," katanya.
Secara umum, kata dia, para wakil dekan bidang akademik menyatakan kesiapannya. Jika jumlah mahasiswa Untad pada suatu prodi tidak terlalu besar, bisa disisipkan di kelas-kelas yang sudah berjalan.
Namun jika jumlah mahasiswa cukup besar pada suatu prodi, kita akan memikirkan alternatif lain, kalau perlu membuka kelas baru.
"Dengan demikian, data mengenai jumlah mahasiswa asal Untad ini sangat penting bagi kita," jelasnya.
Untuk proses pendataan, pihaknya meminta para mahasiswa Untad yang telah meninggalkan Palu (khususnya yang berada di Makassar) dan ingin mengikuti kuliah sementara (sit in) di Unhas, dipersilakan langsung mengisi formulir pendataan awal di Unhas.
Formulir ini dapat diperoleh dan diserahkan ke Subdit Humas dan Informasi Publik Unhas, Lantai 6 Gedung Rektorat Unhas.
Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah, mengatakan langkah ini merupakan respon dari situasi di Palu yang masih sangat sulit untuk berkomunikasi.
"Kita tidak ingin memberatkan mahasiswa Untad. Duka Tadulako adalah duka Unhas. Bagaimanapun, Untad itu lahir sebagai salah satu binaan Unhas," kata Suharman.
Setelah mahasiswa ini didata, Unhas akan mengirimkan nama-nama tersebut ke pihak Untad untuk memperoleh persetujuan dari pimpinannya.
"Jadi, prosesnya adalah antarlembaga. Setelah Untad mengirimkan rekomendasi nama-nama yang kita kirimkan, barulah proses kuliah sementara di Unhas bisa dimulai," lanjutnya.
Berkaitan dengan biaya kuliah, Wakil Rektor Bidang Akademik Unhas menegaskan Unhas berkomitmen tidak akan membebani mahasiswa dengan biaya-biaya.
"Kita akan memikirkan mekanismenya, berkoordinasi dengan Majelis Rektor, Forum Rektor, dan Kemenristek Dikti. Yang jelas, mahasiswa korban bencana ini tidak akan terbebani," kata Prof Restu.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Amirullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
AHY mengaku sempat minta doa restu Prabowo sebelum dilantik jadi Menteri ATR
21 February 2024 15:27 WIB, 2024
Relawan: Presiden Jokowi tak pernah beri sinyal resmi soal restu capres tertentu
14 November 2022 14:51 WIB, 2022
Muhaimin Iskandar minta restu masyayih Ponpes Langitan untuk Pilpres 2024
09 September 2022 10:53 WIB, 2022
Presiden tanggapi restu bagi Menhan Prabowo Subianto maju Pilpres 2024
12 August 2022 20:15 WIB, 2022
BATC 2022 - Timnas putri Indonesia melenggang ke final berkat mundurnya Jepang
19 February 2022 17:02 WIB, 2022
PON XX Papua - DKI Jakarta sabet emas kedua loncat indah melalui Tri dan Adityo
11 October 2021 16:05 WIB, 2021
PON XX Papua : DKI Jakarta pertahankan emas loncat indah sinkronisasi menara putra
10 October 2021 19:32 WIB, 2021
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB