711 mahasiswa Tadulako mendaftar di Unhas
Rabu, 10 Oktober 2018 20:28 WIB
Sejumlah mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) Palu Sulawesi Tengah melakukan pendataan untuk masuk dan kuliah di Universitas Hasanuddin Makassar, Rabu (10/10). (Istimewa)
Makassar (Antaranews Sulsel) - Sebanyak 711 mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) Palu Sulawesi Tengah telah mengisi formulir pendataan untuk mengikuti kuliah sementara (sit in) di Universitas Hasanuddin Makassar, sejak dibuka 4 hingga 9 Oktober 2018.
Kasubdit Humas dan Informasi Publik Direktorat Komunikasi Universitas Hasanuddin Ishaq Rahman di Makassar, Rabu, mengatakan 711 mahasiswa tersebut terdistribusi ke 12 fakultas dari 15 fakultas yang ada di Unhas.
"Jumlah terbanyak terdata di Fakultas Teknik, yaitu sebanyak 140 orang, disusul Fakultas Hukum sebanyak 113 orang, Farmasi sebanyak 86 orang, Fakultas Kedokteran sebanyak 76 orang dan Fakultas Ekonomi sebanyak 74 orang, serta di fakultas lainnya," katanya.
Langkah selanjutnya setelah pendataan ini, kata dia, adalah Unhas segera mengirimkan nama-nama mahasiswa tersebut ke Untad untuk memperoleh persetujuan (surat pengantar atau rekomendasi).
Setelah menerima persetujuan, proses sit in segera dimulai dan seluruh fakultas di lingkungan Unhas telah siap melakukan sit in.
Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA, hari ini menghadiri pertemuan bersama Presiden RI Joko Widodo, Menristekdikti, Rektor-rektor PTN, Kepala LLDIKTI.
"Dalam pertemuan tadi, Presiden memberikan apresiasi pada perguruan tinggi yang telah membantu bencana Palu dalam berbagai upaya, termasuk memberi kesempatan mahasiswa Untad untuk tetap kuliah di berbagai PTN,"kata Prof Dwia.
Khusus untuk mahasiswa Untad yang akan melanjutkan studi sementara (sit in) di Unhas, Prof Dwia menjelaskan bahwa hal ini dapat mendukung kelanjutan proses belajar bagi mahasiswa agar tidak terputus.
"Unhas juga akan memberikan fasilitas konseling jika ada mahasiswa Untad yang membutuhkan, terutama untuk menghilangkan rasa trauma dan kesedihan.
Jika ada yang mengalami cedera dan membutuhkan pengobatan, Unhas juga akan memberi fasilitas pelayanan kesehatan," ujarnya.
Pada prinsipnya, sit in adalah proses memindahkan sementara proses belajar mengajar mahasiswa asal Untad ke kampus Unhas.
Selain untuk memastikan kelanjutan studi dan proses belajar mahasiswa yang terkena bencana, sit in juga merupakan upaya untuk membantu mahasiswa agar dapat secepatnya terlepas dari suasana trauma yang dihadapi.
Selama proses pendataan, relawan Unhas berinteraksi dengan mahasiswa-mahasiswa asal Untad. ?Sebagian besar mahasiswa Untad ini masih terbayang-bayang dengan situasi bencana yang baru saja dialami.
Ada yang merasa ketakutan memasuki ruangan, ada yang selalu kaget setiap ada suara keras, hingga yang masih berwajah murung.
Kasubdit Humas dan Informasi Publik Direktorat Komunikasi Universitas Hasanuddin Ishaq Rahman di Makassar, Rabu, mengatakan 711 mahasiswa tersebut terdistribusi ke 12 fakultas dari 15 fakultas yang ada di Unhas.
"Jumlah terbanyak terdata di Fakultas Teknik, yaitu sebanyak 140 orang, disusul Fakultas Hukum sebanyak 113 orang, Farmasi sebanyak 86 orang, Fakultas Kedokteran sebanyak 76 orang dan Fakultas Ekonomi sebanyak 74 orang, serta di fakultas lainnya," katanya.
Langkah selanjutnya setelah pendataan ini, kata dia, adalah Unhas segera mengirimkan nama-nama mahasiswa tersebut ke Untad untuk memperoleh persetujuan (surat pengantar atau rekomendasi).
Setelah menerima persetujuan, proses sit in segera dimulai dan seluruh fakultas di lingkungan Unhas telah siap melakukan sit in.
Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA, hari ini menghadiri pertemuan bersama Presiden RI Joko Widodo, Menristekdikti, Rektor-rektor PTN, Kepala LLDIKTI.
"Dalam pertemuan tadi, Presiden memberikan apresiasi pada perguruan tinggi yang telah membantu bencana Palu dalam berbagai upaya, termasuk memberi kesempatan mahasiswa Untad untuk tetap kuliah di berbagai PTN,"kata Prof Dwia.
Khusus untuk mahasiswa Untad yang akan melanjutkan studi sementara (sit in) di Unhas, Prof Dwia menjelaskan bahwa hal ini dapat mendukung kelanjutan proses belajar bagi mahasiswa agar tidak terputus.
"Unhas juga akan memberikan fasilitas konseling jika ada mahasiswa Untad yang membutuhkan, terutama untuk menghilangkan rasa trauma dan kesedihan.
Jika ada yang mengalami cedera dan membutuhkan pengobatan, Unhas juga akan memberi fasilitas pelayanan kesehatan," ujarnya.
Pada prinsipnya, sit in adalah proses memindahkan sementara proses belajar mengajar mahasiswa asal Untad ke kampus Unhas.
Selain untuk memastikan kelanjutan studi dan proses belajar mahasiswa yang terkena bencana, sit in juga merupakan upaya untuk membantu mahasiswa agar dapat secepatnya terlepas dari suasana trauma yang dihadapi.
Selama proses pendataan, relawan Unhas berinteraksi dengan mahasiswa-mahasiswa asal Untad. ?Sebagian besar mahasiswa Untad ini masih terbayang-bayang dengan situasi bencana yang baru saja dialami.
Ada yang merasa ketakutan memasuki ruangan, ada yang selalu kaget setiap ada suara keras, hingga yang masih berwajah murung.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Amirullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kesbangpol Sulbar dan Sulteng bahas kerja sama penanganan potensi ATHG di perbatasan
05 December 2025 21:52 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB