Pelatih tinju KTI ikuti penataran di Makassar
Senin, 15 Oktober 2018 16:16 WIB
Ilustrasi - tinju (ANTARA FOTO/Izaac Mulyawan)
Makassar (Antaranews Sulsel) - Puluhan pelatih tinju asal Kawasan Timur Indonesia (KTI) siap mengikuti penataran pelatih nasional tingkat dasar yang dilaksanakan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulsel di Makassar, pada 19-21 Oktober 2018.
Ketua Harian Pertina Sulsel, Joni Muis di Makassar, Senin, mengatakan pihaknya memang mengajak para pelatih untuk memanfaatkan kesempatan ini mendapatkan lisensi kepelatihan.
"Sampai saat ini sudah ada sebanyak 40 pelatih dari berbagai daerah di KTI yang menyatakan kesediaannya ambil bagian dalam penataran pelatih nasional ini," katanya.
Puluhan pelatih yang telah melakukan konfirmasi itu umumnya berasal dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Sebagiannya berasal dari Sulawesi Tenggara, Papua dan Papua Barat.
Ia menjelaskan, kegiatan yang merupakan bagian dari program Kemenpora itu tidak memberikan syarat-syarat khusus. Artinya berlaku bagi pelatih manapun yang sudah lama menjadi pelatih tapi belum memiliki lisensi kepelatihan yang diakui.
"Jadi bagi pelatih yang sudah lama melatih, tapi belum memiliki lisensi, kita ajak untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan lisensi yang diakui Pertina," jelasnya.
Selain penataran pelatih, agenda ini juga dirangkaikan dengan pelatihan wasit hakim. Khusus untuk kegiatan tersebut hanya diperuntukkan bagi wasit dari Pengprov Pertina Sulsel.
"Jadi wasit hakim se-Sulsel juga kita siapkan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan tentang aturan atau regulasi terbaru," ujarnya.
Ketua Harian Pertina Sulsel, Joni Muis di Makassar, Senin, mengatakan pihaknya memang mengajak para pelatih untuk memanfaatkan kesempatan ini mendapatkan lisensi kepelatihan.
"Sampai saat ini sudah ada sebanyak 40 pelatih dari berbagai daerah di KTI yang menyatakan kesediaannya ambil bagian dalam penataran pelatih nasional ini," katanya.
Puluhan pelatih yang telah melakukan konfirmasi itu umumnya berasal dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Sebagiannya berasal dari Sulawesi Tenggara, Papua dan Papua Barat.
Ia menjelaskan, kegiatan yang merupakan bagian dari program Kemenpora itu tidak memberikan syarat-syarat khusus. Artinya berlaku bagi pelatih manapun yang sudah lama menjadi pelatih tapi belum memiliki lisensi kepelatihan yang diakui.
"Jadi bagi pelatih yang sudah lama melatih, tapi belum memiliki lisensi, kita ajak untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan lisensi yang diakui Pertina," jelasnya.
Selain penataran pelatih, agenda ini juga dirangkaikan dengan pelatihan wasit hakim. Khusus untuk kegiatan tersebut hanya diperuntukkan bagi wasit dari Pengprov Pertina Sulsel.
"Jadi wasit hakim se-Sulsel juga kita siapkan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan tentang aturan atau regulasi terbaru," ujarnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Amirullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelindo Regional 4 : Penumpang di Pelabuhan Makassar naik dua kali lipat saat liburan
10 January 2023 5:37 WIB, 2023
Masyarakat Gowa diharapkan sukseskan pilkada tanpa termakan kabar bohong
07 October 2020 11:35 WIB, 2020
Puspom TNI : Total tersangka perusakan Mapolsek Ciracas sebanyak 65 orang
16 September 2020 14:40 WIB, 2020
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Ini alasan pelatih PSM setelah dibantai Bali United 0-2, ungkap makna Ewako
10 January 2026 6:45 WIB