Grab target rangkul 5000 UMKM Sulsel
Jumat, 8 Maret 2019 20:26 WIB
Marketing Lead Makassar, Grab Indonesia Herisiswanto (kanan) mendengarkan kisah Owner Queen Fruits, Nugrahawati (tengah) salah satu pelaku UMKM yang menjadi anggota Grabfood dalam temu wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (8/3/2019). Foto/Antaranews/Darwin Fatir.
Makassar (ANTARA) -- Grab Indonesia menargetkan sedikitnya 5000 merchant dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan bisa bergabung tahun ini dengan OVO sebagai sistem pembayaran non tunai.
Marketing Lead Makassar, Herisiswanto dalam temu wartawan, Jumat, menyampaikan, peningkatan trending mencapai 1000 persen setelah Grab join OVO. Meski diakui banyak yang baru beradaptasi, khususnya di Makassar, hingga terjadi penetrasi sangat tinggi.
"Sekarang ada 1000 UMKM yang terlibat pada platform kami," kata Heri.
Menurut dia, perkembangan kebutuhan di era digital dengan pembayaran non tunai menjadi alasan Grab menggandeng OVO, yang dianggap juga membutuhkan cakupan dana untuk mengembangkan bisnisnya.
"Daripada kita membuat sendiri payment yang nanti prosesnya lebih panjang, bisa memakan waktu hingga dua tahun, yah lebih baik kita join dengan sistem pembayaran non tunai OVO," jelas Heri.
Alhasil, saat ini banyak pengguna Grab telah menikmati kemudahan pembayaran non tunai melalui OVO di seluruh Indonesia. Tidak terkecuali bagi penikmat kuliner melalui Grabfood.
Grab Indonesia bahkan mencatat, ada 4800 akses aktif transaksi setiap harinya untuk tiga wilayah utama di Sulawesi Selatan, seperti Makasar, Gowa dan Maros.
Pada kesempatan yang sama, hadir salah satu pelaku UMKM, yakni Owner Queen Fruits, Nugrahawati yang berhasil menerima hadiah emas karena menjadi merchant terlaris pada moment cap go meh beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan, bisnis salad buah yang dimilikinya semakin laris di masyakat usai join Grabfood. Ini lantaran berbagai promo yang ditawarkan oleh Grab.
"Alhamdulillah ada sekitar 300 orderan untuk satu outlet/hari dan ini sudah membaur (dikenal) di masyarakat. Ada juga yang langsung datang saja lalu scan barkode," paparnya.
Memiliki tiga cabang yang masing-masing berada di Jalan Perintis, Antang dan Serigala, Nugrahawati mengaku sangat terbantu memasarkan dagangannya, hingga penjualannya meningkat sebanyak 90 persen.
Marketing Lead Makassar, Herisiswanto dalam temu wartawan, Jumat, menyampaikan, peningkatan trending mencapai 1000 persen setelah Grab join OVO. Meski diakui banyak yang baru beradaptasi, khususnya di Makassar, hingga terjadi penetrasi sangat tinggi.
"Sekarang ada 1000 UMKM yang terlibat pada platform kami," kata Heri.
Menurut dia, perkembangan kebutuhan di era digital dengan pembayaran non tunai menjadi alasan Grab menggandeng OVO, yang dianggap juga membutuhkan cakupan dana untuk mengembangkan bisnisnya.
"Daripada kita membuat sendiri payment yang nanti prosesnya lebih panjang, bisa memakan waktu hingga dua tahun, yah lebih baik kita join dengan sistem pembayaran non tunai OVO," jelas Heri.
Alhasil, saat ini banyak pengguna Grab telah menikmati kemudahan pembayaran non tunai melalui OVO di seluruh Indonesia. Tidak terkecuali bagi penikmat kuliner melalui Grabfood.
Grab Indonesia bahkan mencatat, ada 4800 akses aktif transaksi setiap harinya untuk tiga wilayah utama di Sulawesi Selatan, seperti Makasar, Gowa dan Maros.
Pada kesempatan yang sama, hadir salah satu pelaku UMKM, yakni Owner Queen Fruits, Nugrahawati yang berhasil menerima hadiah emas karena menjadi merchant terlaris pada moment cap go meh beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan, bisnis salad buah yang dimilikinya semakin laris di masyakat usai join Grabfood. Ini lantaran berbagai promo yang ditawarkan oleh Grab.
"Alhamdulillah ada sekitar 300 orderan untuk satu outlet/hari dan ini sudah membaur (dikenal) di masyarakat. Ada juga yang langsung datang saja lalu scan barkode," paparnya.
Memiliki tiga cabang yang masing-masing berada di Jalan Perintis, Antang dan Serigala, Nugrahawati mengaku sangat terbantu memasarkan dagangannya, hingga penjualannya meningkat sebanyak 90 persen.
Pewarta : Suriani Mappong dan NS Wardyah
Editor : M Darwin Fatir
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
OJK mencabut izin usaha perusahaan pembiayaan PT OVO Finance Indonesia
10 November 2021 8:16 WIB, 2021
Menkominfo: Donasi berbasis digital mudahkan kaum milenial untuk berbagi
02 May 2019 21:48 WIB, 2019
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Pemkot Makassar perketat pengawasan harga pangan jelang Ramadhan dan Imlek
14 February 2026 5:17 WIB