Mamuju (ANTARA Sulsel) - Hasil program Managemen Berbasis Sekolah (MBS) yang dilaksanakan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), belum memenuhi standar nasional.

Kepala Seksi Kurikulum TK, SD dan SDLB Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Mamuju, I Wayan Tingkah, di Mamuju, Sabtu, mengatakan, besarnya standar ketuntasan yang ada di Kabupaten Mamuju adalah di bawah 50 persen.

Padahal, kata dia, secara nasional, besarnya standar ketuntasan dari program MBS ini adalah 75 persen.

Besarnya persentase hasil program MBS tersebut terlihat dari hasil tes yang dilakukan pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia untuk kelas IV SD, serta Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk kelas V SD.

"Selain itu, masih banyak pula murid kelas I SD yang ternyata belum bisa membaca.

Melalui program MBS ini, seharusnya sudah bisa meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, dan hal itu bisa terlihat dari tingkat kemampuan murid mengerjakan tes yang diberikan.

Ia mengatakan, faktor yang menyebabkan tidak terpenuhinya standar secara nasional tersebut adalah infrastruktur dan sarana pendidikan di Kabupaten Mamuju yang tida sama secara nasional.

"Di kota-kota besar, standar ketuntasan secara nasional bisa terpenuhi, karena sarana yang disediakan lebih lengkap. Berbeda halnya dengan yang ada di Mamuju, di mana masih banyak sekolah yang bahkan belum memiliki kelas yang memadai," terangnya.

Hasil program MBS ini diperoleh dari laporan delapan Kantor Cabang Dinas (KCD) yang ada di delapan kacamatan, saat pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program MBS.

Delapan KCD tersebut terletak di Kecamatan Mamuju, Simboro, Tapalang, Tapalang Barat, Kalukku, Sampaga dan Papalang, dan merupakan daerah yang telah menerapkan program MBS.

(T.PSO-103/S016)