Logo Header Antaranews Makassar

Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan

Jumat, 13 Februari 2026 20:35 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar saat melakukan peninjauan di lokasi Kampung Romang Tangayya, Kecamatan Manggala, Makassar, yang berbatasan dengan Kabupaten Gowa, Jumat (13/2/2026). ANTARA/HO-Dinas PU Makassar

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan Munafri Arifuddin memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum agar segera membangun jembatan dan perluasan jalan untuk warga Romang Tangayya agar anak sekolah tidak lagi naik sampan saat hujan supaya bisa ke sekolah.

"Warga Romang Tangayya sering mengeluhkan sarana infrastruktur khususnya untuk jalan dan jembatan, apalagi anak-anak kalau mau ke sekolah harus naik sampan. Ini tidak boleh lagi terjadi, harus dibangun secepatnya," ujarnya di Makassar, Jumat.

Munafri Arifuddin merespons kondisi jalan yang rusak parah dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk perbaikan jalan beton dan membangun jembatan guna meningkatkan aksesibilitas dan pelayanan bagi warga di daerah tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir bersama tim Bidang Jalan dan Jembatan, telah meninjau langsung lokasi rencana pembangunan perluasan jalan di Romang Tangayya, Kecamatan Manggala, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gowa.

Proyek tersebut telah dianggarkan sebesar Rp4 miliar dari APBD pokok dan dijadwalkan mulai dikerjakan secepatnya pada pertengahan 2026.

Zuhaelsi mengungkapkan, kondisi jalan di lokasi tersebut memang sangat memprihatinkan, panjang kurang lebih sekitar 500 meter bahkan lebih dipenuhi lumpur.

"Saya sudah tinjau lokasi, memang lebih hancur medannya, berlumpur yang dalam, licin, dan ngeri. Sehingga kami lakukan perbaikan secepatnya sesuai arahan Pak Wali Kota," jelasnya.

Menurutnya, medan jalan yang rusak parah dan kerap terendam air tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga membahayakan keselamatan, terutama bagi para siswa yang melintas setiap hari untuk menuju sekolah.

Karena itu, Dinas PU memastikan proses perencanaan hingga pelaksanaan pekerjaan akan dipercepat agar manfaatnya segera dirasakan warga.

Pengerjaan fisik dijadwalkan dimulai pertengahan 2026, dengan fokus pada peningkatan kualitas dan perluasan badan jalan agar lebih kokoh serta tahan terhadap genangan air saat musim hujan.

"Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar, dalam meningkatkan konektivitas wilayah. Khususnya di kawasan perbatasan, serta menjawab langsung aspirasi masyarakat yang selama ini mengharapkan akses jalan yang layak dan aman," tuturnya .

Langkah ini merupakan respons atas aspirasi masyarakat, khususnya warga Kampung Romang Tangaya, yang selama ini harus menggunakan sampan sebagai alat transportasi utama menuju sekolah maupun beraktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut terjadi karena akses jalan di wilayah itu kerap terendam banjir saat musim penghujan, sementara jalur yang dilalui merupakan akses terdekat dan paling efisien dibandingkan alternatif jalan lainnya.

Melalui pembangunan jalan, Pemerintah Kota Makassar tetap merespon aspirasi warga terkait mobilitas keseharian, terutama para siswa, dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan lancar, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerataan infrastruktur hingga ke wilayah perbatasan kota.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026