
Menag : Lawan hoaks di Medsos

Makassar (ANTARA) - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerukan kepada masyarakat untuk ikut mengambil langkah pencegahan melawan informasi tidak benar, sesat atau hoaks yang sifatnya menyudutkan dan sengaja disebar pihak tidak bertanggungjawab untuk membuat gaduh yang menggangu ketentraman beragama.
"Belakangan ini, saya melihat banyak sekali konten di media sosial yang sengaja dibuat dengan 'framing negatif' yang ditujukan ke Menteri Agama dan Kementerian Agama itu sendiri," ucap Menag Nasaruddin dikutip melalui keterangan videonya diterima di Makassar, Rabu.
Ia menyebut ada banyak akun-akun media sosial yang tidak jelas memunculkan narasi-narasi diduga sengaja dibuat-buat untuk memberi kesan negatif yang mengarah kepada ujaran kebencian.
"Ada narasi yang dipotong, dipelintir, bahkan dikait-kaitkan terkait dukungan terhadap hal-hal yang bertentangan dengan nilai agama dan kemanusiaan," katanya.
"Misalnya ada isu kecewa karena warga tidak mendukung pengumpulan dana 1.000 triliun, isu melarang penyembelihan hewan kurban, isu pengelolaan kas masjid oleh pemerintah, hingga narasi terkait dengan kekerasan seksual," tuturnya lagi
Atas banyaknya informasi yang beredar tersebut, Nasaruddin menegaskan bahwa semua yang beredar luas di media sosial jelas tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Saya ingin menegaskan, bahwa semua informasi itu adalah hoaks dan disinformasi yang tidak sesuai dengan fakta. Saya mengajak kepada masyarakat untuk lebih hati-hati menerima informasi," paparnya menekankan.
"Mari kita jaga ruang di ruang digital tetap sehat dan tabayun. Etika dan tanggung jawab bersama, saring sebelum sharing (disebarkan). Jangan sampai kita nanti tanpa sadar ikut memperpanjang umur hoaks dan fitnah di media sosial," ujarnya menyarankan.
Sebelumnya, sebuah unggahan di media sosial Threads menarasikan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar merasa kecewa karena masyarakat tidak mendukung pengumpulan dana sebesar Rp1.000 triliun.
Unggahan tersebut beredar dalam bentuk foto dan narasi yang menyebutkan bahwa Menteri Agama menyalahkan masyarakat atas minimnya dukungan terhadap rencana pengumpulan dana tersebut.
Berdasarkan penelusuran Cek Fakta ANTARA, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah atau media kredibel yang menyebutkan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan hal tersebut.
Kementerian Agama, melalui Instagram resminya, membantah pernyataan kekecewaan Menteri Agama terhadap masyarakat terkait pengumpulan dana sebesar Rp1.000 triliun.
Ia memang pernah membahas potensi besar dana umat dalam beberapa kesempatan, seperti dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah pada 24 Februari 2026 dan program siniar Satu Meja pada 25 Maret 2026.
Namun, pernyataan tersebut tidak berkaitan dengan klaim pengumpulan dana Rp1.000 triliun maupun kekecewaan kepada masyarakat. Dengan demikian, klaim yang menyebut Menteri Agama kecewa terhadap masyarakat karena tidak mendukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
