
Wali Kota Makassar menolak pengadaan kendaraan dinas baru

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Munafri Arifuddin menolak pengadaan kendaraan dinas untuk dirinya beserta para pejabat lainnya dan memilih untuk mengalihkan anggaran tersebut ke sektor pendidikan dan infrastruktur.
"Saya sampaikan bahwa tidak ada pengadaan kendaraan dinas baru di Pemkot Makassar. Saya saja, sejak awal menjabat, kendaraan operasional mobil listrik Hyundai Ioniq 5 keluaran 2023," ujarnya di Makassar, Kamis.
Munafri Arifuddin mengaku dirinya cukup nyaman dengan kendaraan dinas yang ditinggalkan pendahulunya seperti kendaraan listrik Hyundai Ioniq 5 keluaran tahun 2025 dan mobil Alphard lainnya.
"Ada juga kendaraan cadangan satu unit seperti Toyota Alphard keluaran sekitar tahun 2022, bisa dipakai," katanya.
Keputusan tersebut dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan anggaran untuk kepentingan masyarakat juga bagian dari arah kebijakan yang lebih luas.
Apalagi, di tengah tekanan penghematan anggaran dari pemerintah pusat, Munafri secara tegas menolak pengadaan kendaraan dinas baru untuk tahun 2026 di lingkup Pemkot Makassar.
Anggaran yang semula berpotensi terserap untuk sewa kendaraan, dialihkan ke program-program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Fokus tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah konkret, mulai dari penguatan sektor pendidikan lewat penyediaan seragam sekolah, percepatan perbaikan infrastruktur jalan hingga ke lorong-lorong pemukiman.
Munafri menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari langkah efisiensi anggaran, sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan riil operasional pemerintahan di Kota Makassar.
Ia menyampaikan kendaraan dinas yang tersedia saat ini masih sangat memadai untuk menunjang aktivitas pemerintahan.
"Jadi, saya pikir kendaraan lama yang saya pakai sekarang, sudah sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar dalam mengarahkan belanja daerah ke sektor-sektor yang lebih prioritas dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain itu, langkah ini sangat bijak, jika dibandingkan dengan sejumlah kepala daerah lain di Sulawesi Selatan yang masih menggunakan kendaraan dinas dengan nilai fantastis dan spesifikasi terkini.
Menurut Munafri, dengan kondisi kendaraan yang relatif masih baik, pengadaan mobil dinas baru tidak menjadi prioritas.
"Kondisi medan di Makassar juga tidak ekstrem seperti di daerah lain. Jadi, saya bilang, tidak usah belanja mobil baru. Saya pakai saja yang ada (lama)," ucapnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
