Logo Header Antaranews Makassar

Kemandirian pangan berbasis masyarakat lewat urban farming

Sabtu, 11 April 2026 14:02 WIB
Image Print
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. ANTARA/Muh Hasanuddin

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan Munafri Arifuddin mendorong kemandirian pangan berbasis masyarakat seperti pemanfaatan lahan sempit dengan konsep pertanian perkotaan (urban farming).

"Urban farming adalah salah satu upaya untuk berkontribusi dalam kemandirian pangan. Kita bisa memanfaatkan keterbatasan lahan dengan pengetahuan serta ketelatenan," ujarnya di Makassar, Sabtu.

Munafri Arifuddin mengatakan program Urban Farming yang telah dijalankan di Kota Makassar cukup sukses. Bahkan, beberapa wilayah di Kota Makassar sudah bisa menciptakan ekosistem pemenuhan gizi dan ekonomi lokal.

Dia mengaitkan kemandirian pangan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebutnya berkontribusi dalam peningkatan gizi anak-anak serta memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

"Ini bisa mendukung ekosistem pemenuhan gizi, bahkan hingga skala rumah tangga," ungkapnya.

Wali kota mendorong adanya integrasi sektor peternakan dalam mendukung kebutuhan dapur MBG, seperti pengembangan peternakan ayam untuk penyediaan telur secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri mengingatkan pentingnya penerapan standar operasional dan manajemen yang baik dalam pengelolaan (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi )SPPG agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal dan berkelanjutan.

"Saya yakin seluruh prosedur dan sistem yang ada telah melalui kajian yang matang. Tinggal bagaimana ini dijalankan secara konsisten sesuai aturan," tegasnya.

Saat ini, kata Munafri, implementasi SPPG di Kota Makassar telah berkembang pesat dengan total 104 unit yang tersebar di berbagai wilayah.

Program ini tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.

Ia menilai cakupan tersebut menjadikan program MBG sebagai salah satu kebijakan yang komprehensif dan berdampak luas.

"Ini program yang sangat brilian karena efek dominonya besar, bukan hanya pada pemenuhan gizi, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam meningkatkan aktivitas ekonomi," tuturnya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026