Logo Header Antaranews Makassar

Pasutri di Gowa tewas terseret arus Sungai Buakkang

Senin, 11 Mei 2026 13:38 WIB
Image Print
Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi jenazah korban Lami Daeng Ngungi (57) yang ditemukan di sekitar Sungai Buakkang, Kaluarrang, Desa Buakkang Kecamatan Bungayya Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (11/5/2026). (ANTARA/HO-Basarnas Makassar)

Gowa (ANTARA) - Tim Basarnas gabungan bersama warga akhirnya menemukan Lami Daeng Ngungi (57), isteri korban meninggal Kamaruddin (58), yang keduanya sama-korban sama diduga terseret banjir di Sungai Buakkang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin.

Pasangan suami istri (pasutri) Kamaruddin dan Lami Daeng Ngungi dinyatakan tewas usai ditemukan tim SAR gabungan seusai dilaporkan terseret arus deras di Sungai Buakkang, Kaluarrang, Desa Buakkang Kecamatan Bungayya Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (9/5).

"Dua korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Dengan ditemukannya kedua korban ini maka operasi SAR di Sungai Buakkang dinyatakan selesai dan ditutup," ujar Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar Arif Anwar, di Makassar, Senin.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 9 Mei 2026. Pasangan suami istri ini menuju sungai untuk menjala ikan. Namun cuaca ekstrem di hulu sungai memicu debit air secara mendadak yang menimbulkan luapan arus besar lalu menyeret mereka.

Korban pertama, Kamaruddin, kata Arif, ditemukan oleh warga setempat pada Minggu (10/5) sekitar pukul 13.20 WITA. Jasadnya terlihat masih terlilit jala ikan di aliran sungai setempat.

Menyusul penemuan kedua oleh Tim Rescue Basarnas Makassar bersama unsur potensi SAR lainnya yang terus menyusuri aliran sungai itu pada Senin (11/5).

Penemuan korban Lami Daeng Ngungi atas upaya tim SAR gabungan sejak Senin pagi menyisir lokasi kejadian, sehingga korban kedua ini ditemukan sekitar pukul 08.30 WITA.

"Korban perempuan ini ditemukan telah meninggal dunia di aliran sungai, berjarak kurang lebih satu kilometer dari titik penemuan korban pertama (Kamaruddin)," kata Arif.

Usai penemuan tersebut, jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

"Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu memantau kondisi cuaca dan debit air sungai sebelum beraktivitas, terutama di wilayah yang rawan arus deras saat hujan di hulu," paparnya menyarankan.

Operasi SAR tersebut melibatkan personel gabungan dari Basarnas Makassar, kepolisian, TNI, BPBD Gowa, serta relawan dan warga setempat yang bahu-membahu sejak laporan diterima pada Minggu (10/5/2026).



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026