
FKUB Sulteng dan Pangkep bahas penguatan kerukunan

Palu (ANTARA) - Forum Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Tengah (FKUB Sulteng) menerima kunjungan FKUB Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel) guna membahas strategi penguatan kerukunan umat beragama di wilayah Sulteng.
"Mereka datang mempelajari strategi dan program FKUB Sulteng dalam menjaga serta merawat kerukunan umat beragama," kata Ketua FKUB Sulteng Prof Zainal Abidin usia menerima kunjungan tersebut di Palu, Senin.
Ia mengemukakan keberadaan FKUB harus eksis di tengah masyarakat, sebagai organisasi terdepan dalam menjaga kerukunan dan kedamaian umat beragama.
Karena ancaman intoleransi dan radikalisme masih terus ada dan berkembang, termasuk melalui dunia maya (media sosial).
Salah satu kasus yang terjadi di Sulteng baru-baru ini penangkapan delapan orang terduga teroris wilayah Parigi Moutong (Parimo) dan Poso, sebagai bukti bahwa kelompok intoleran masih aktif bergerak.
"Peran FKUB Sulteng terus melakukan sosialisasi deradikalisasi secara masif kepada komponen masyarakat," ujarnya.
Ia mengemukakan, keberadaan FKUB Sulteng telah menjalin kerja sama dengan Polda dan Korem 132/Tadulako untuk memberikan pelatihan moderasi beragama kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas, karena para tamu keamanan bertugas di desa sebagai ujung tombak yang dapat meneruskan pemahaman moderasi beragama kepada masyarakat luas.
“Jika aparat di desa memahami moderasi beragama, mereka bisa menjelaskan kepada masyarakat tentang pentingnya kerukunan. Ini akan memudahkan FKUB tanpa harus turun langsung ke seluruh desa,” kata Zainal yang juga Rais Syuriah PBNU.
Di kesempatan itu ia juga memaparkan sejumlah program inovasi lainnya yakni ngobrol pintar tentang kerukunan (ngopi bareng), program itu dilakukan di warung kopi dengan pendekatan santai, di mana masyarakat yang hadir dapat berdiskusi mengenai moderasi beragama.
“Dalam waktu dekat kami juga melaksanakan ngopi bareng bersama gubernur menghadirkan menghadirkan kepala daerah, tokoh lintas agama, dan pimpinan majelis keagamaan untuk berdiskusi tentang penguatan kerukunan di daerah," ucapnya.
Zainal menjelaskan tujuan utama FKUB bukan sekadar meraih penghargaan Harmony Award dari Kementerian Agama (Kemenag), tetapi ada misi menciptakan kondisi masyarakat yang harmonis, toleran, dan mampu hidup berdampingan secara damai meski berbeda keyakinan.
"Diharapkan dari hasil program kami usung, masyarakat saling menghormati perbedaan, bukan mempersoalkan perbedaan," ujarnya.
Kata dia tantangan menjaga kerukunan di Sulteng cukup besar, mengingat daerah ini pernah mengalami konflik, meski begitu dukungan pemerintah daerah (pemda) terhadap FKUB dinilai sangat baik, termasuk dari sisi pembiayaan dan rencana pembangunan gedung baru FKUB.
"Kami juga telah menerbitkan buku berjudul Moderasi Beragama: Telaah Agama-Agama yang disusun oleh para pengurus sebagai referensi dalam penguatan pemahaman moderasi beragama di masyarakat," paparnya.
Sementara itu Ketua FKUB Pangkep Waqi Murtala menyatakan ketertarikan pihaknya mengadopsi pola kemitraan FKUB Sulteng dengan berbagai lembaga pemerintah.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemda setempat terhadap FKUB sebagai garda terdepan menjaga kerukunan umat beragama yang menyediakan fasilitas memadai guna menunjang kerja-kerja lembaga tersebut.
"Apa yang kami dapatkan di Sulawesi Tengah dipadukan dengan program yang sudah kami usung, dengan harapan kerukunan di Pangkep semakin baik," tuturnya.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
