Logo Header Antaranews Makassar

Appi : Imam di kelurahan wajib toleran

Kamis, 7 Mei 2026 04:25 WIB
Image Print
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama para panitia, peserta calon imam masjid pada kegiatan Seleksi Calon Imam Kelurahan Kota Makassar Tahun 2026 yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Makassar, Rabu (6/05/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan imam di kelurahan wajib bersikap toleran, selain harus memiliki standar utama lainnya yakni kemampuan membaca Al Quran merupakan syarat mutlak yang tidak bisa dikompromikan.

Selain kompetensi keagamaan, Munafri juga menggarisbawahi pentingnya sikap toleransi. Menurutnya, imam bukan hanya pemimpin ibadah, tetapi juga figur sosial yang harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat yang heterogen di Kota Makassar.

"Kita hidup di tengah masyarakat yang majemuk. Imam harus hadir sebagai penyejuk," ujarnya saat membuka kegiatan Seleksi Calon Imam Kelurahan Kota Makassar Tahun 2026 yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat di Makassar, Rabu.

Pria yang akrab disapa Appi ini juga menyampaikan komitmen pemerintah kota menghadirkan imam kelurahan yang berkualitas melalui proses seleksi yang ketat, objektif, dan berintegritas.

Adapun pada seleksi tahun ini sebanyak 140 peserta dari 103 kelurahan mengikuti tahapan seleksi yang meliputi administrasi, tes tertulis, wawancara, serta kemampuan baca tulis Al Quran. Dari jumlah tersebut hanya 103 orang yang akan diterima sebagai imam kelurahan untuk periode 2026–2029.

Munafri menambahkan kegiatan seleksi calon imam kelurahan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam memperkuat peran keagamaan di tengah masyarakat.

Lebih jauh dia menegaskan bahwa peran imam sangat strategis dan tidak terbatas pada memimpin shalat lima waktu.

Munafri menginginkan masjid dapat berfungsi sebagai pusat pembinaan umat, ruang musyawarah sosial, hingga wadah pembentukan generasi muda Qurani.

Imam diharapkan tidak hanya menjadi pemimpin ibadah, tetapi juga teladan dalam kehidupan sosial, pembimbing umat, serta penjaga nilai-nilai moral dan spiritual di lingkungannya.

Wali Kota Munafri mengapresiasi penyelenggaraan seleksi calon imam tersebut dan berharap seluruh tahapan seleksi berjalan lancar, transparan, dan mampu menghasilkan imam-imam berkualitas yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan spiritual masyarakat Kota Makassar.

Secara khusus ia juga mengingatkan para penguji agar menjaga integritas dalam proses seleksi, bahwa kualitas imam yang dihasilkan merupakan cerminan dari kualitas dan integritas para penguji.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026