Gorontalo (ANTARA News) - Direktur RRI, Parni Hadi mengatakan bahwa pers di Indonesia harus bebas, namun jangan sampai kebablasan sehingga mengabaikan perdamaian dan keadilan.

"Kebebasan itu perlu untuk mencari kebenaran dan kebenaran itu untuk keadilan," ujarnya saat menghadiri pembukan Jambore Siaran Nasional (Jamsinas) di Gorontalo, Rabu.

Mantan pimpinan LKBN ANTARA itu menjelaskan pers harus memperjuangkan keadilan, karena keadilan bermuara pada kesejahteraan rakyat, sehingga tugas pers bukanlah hal yang mudah.

Meski demikian, ia mengakui banyak praktek pers yang kebablasan dan melanggar kode etik jurnalistik, baik dari segi penyiaran foto,gambar dan tulisan.

Salah kutip, tidak independen, hanya memihak kaum elit merupakan contoh kebablasan pers yang harus dilawan oleh masyarakat dan kalangan per situ sendiri.

"Wartawan Indonesia yang baik adalah yang selalu instropeksi dan mawas diri," tambahnya.

Sebagai wartawan senior yang selama sebelas tahun di dunia jurnalistik, Parni merasa bertanggungjawab atas masa depan pers Indonesia, agar tak kembali mengalami masa suram seperti halnya saat masa orde baru. (T.D015/M031)