70 korban selamat KM Santika sandar di Surabaya
Jumat, 23 Agustus 2019 22:12 WIB
Ibu dan dua anak kandungnya yang selamat dari kebakaran KM Santika Nusantara di Terminal Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (23/8). (Antara Jatim/ Hanif Nashrullah)
Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 70 korban selamat dari Kapal Motor (KM) Santika Nusantara yang terbakar di perairan Masalembu, Jawa Timur sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan menggunakan KM Dharma Ferry VII, Jumat malam.
KM Dharma Ferry VII sebelumnya sedang berlayar dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan menuju Surabaya, sekaligus mengevakuasi korban kapal terbakar.
Pasangan suami-istri asal Samarinda, Nur Eka Wahyuni-Riskiyo Gatot mengaku bersyukur karena bersama dua anak kandungnya yang berusia di bawah lima tahun (balita), yaitu Reihana Umairoh (1,2 tahun) dan Muhammad Fadil (5) bisa selamat dari kejadian itu.
"Alhamdulillah, banyak penumpang lain yang secara bergantian membantu membawakan anak-anak saya hingga sampai di atas perahu penyelamat yang disediakan KM Santika Nusantara dan akhirnya berhasil dievakuasi oleh KM Dharma Ferry VII," ujar Eka Wahyuni, saat ditemui di sela pendataan setibanya di Terminal Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Dia mengenang sebelum dievakuasi oleh KM Dharma Ferry VII, bersama suami dan kedua anak, serta belasan penumpang lainnya di atas perahu penyelamat itu sempat terombang-ambing ombak selama hampir 12 jam.
KM Santika Nusantara diinformasikan terbakar pada Kamis (22/8), sekitar pukul 20.45 WIB, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Selain 70 penumpang yang telah dievakuasi menggunakan KM Dharma Ferry VII, sekitar 23 penumpang lainnya juga sedang dievakuasi menggunakan KM Spill Citra yang dijadwalkan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada pukul 22.00 WIB malam ini, serta 54 penumpang lainnya dievakuasi di Pulau Masalembu.
Sementara itu, tiga penumpang diinformasikan meninggal dunia serta 24 lainnya dinyatakan hilang.
Namun, hingga malam ini Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masih belum mengonfirmasi data pasti manifes KM Santika Nusantara.
KM Dharma Ferry VII sebelumnya sedang berlayar dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan menuju Surabaya, sekaligus mengevakuasi korban kapal terbakar.
Pasangan suami-istri asal Samarinda, Nur Eka Wahyuni-Riskiyo Gatot mengaku bersyukur karena bersama dua anak kandungnya yang berusia di bawah lima tahun (balita), yaitu Reihana Umairoh (1,2 tahun) dan Muhammad Fadil (5) bisa selamat dari kejadian itu.
"Alhamdulillah, banyak penumpang lain yang secara bergantian membantu membawakan anak-anak saya hingga sampai di atas perahu penyelamat yang disediakan KM Santika Nusantara dan akhirnya berhasil dievakuasi oleh KM Dharma Ferry VII," ujar Eka Wahyuni, saat ditemui di sela pendataan setibanya di Terminal Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Dia mengenang sebelum dievakuasi oleh KM Dharma Ferry VII, bersama suami dan kedua anak, serta belasan penumpang lainnya di atas perahu penyelamat itu sempat terombang-ambing ombak selama hampir 12 jam.
KM Santika Nusantara diinformasikan terbakar pada Kamis (22/8), sekitar pukul 20.45 WIB, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Selain 70 penumpang yang telah dievakuasi menggunakan KM Dharma Ferry VII, sekitar 23 penumpang lainnya juga sedang dievakuasi menggunakan KM Spill Citra yang dijadwalkan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada pukul 22.00 WIB malam ini, serta 54 penumpang lainnya dievakuasi di Pulau Masalembu.
Sementara itu, tiga penumpang diinformasikan meninggal dunia serta 24 lainnya dinyatakan hilang.
Namun, hingga malam ini Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masih belum mengonfirmasi data pasti manifes KM Santika Nusantara.
Pewarta : A Malik Ibrahim / Hanif Nashrullah
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB