Setelah diguyur hujan Batanghari tidak ada titik api
Selasa, 27 Agustus 2019 14:44 WIB
Tim satgas karhutla kabupaten Batanghari tengah melalukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kabupaten itu. Pasca diguyur hujan, Kabupaten Batanghari, Jambi nihil titik api. (ANTARA/HO/Ist)
Jambi (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari, Provinsi Jambi Nazhar mengatakan setelah diguyur hujan pada Senin (26/7) Kabupaten Batanghari Jambi tidak lagi terdapat titik api.
“Dalam dua hari ini sudah tidak terdapat titik api, karena hujan terjadi hampir di seluruh wilayah Kabupaten Batanghari,” katanya di Jambi, Selasa.
Hujan turun hampir di seluruh wilayah di kabupaten itu, namun hujan yang terjadi dengan intensitas yang berbeda, mulai dari intensitas ringan, sedang hingga intensitas tinggi.
Begitu pula dengan kondisi di dalam kawasan taman hutan raya (tahura), setelah diguyur hujan kini suda tidak terdapat titik api di dalam kawasan tahura. Meski demikian tim Brigade Pegendalian Kebakaran Hutan (Brigdalkar) masih melakukan pantauan di kawasan tahura, dengan maksud jika terjadi kebakaran tim dengan segera dapat melakukan tindakan pemadaman.
“Kemarin sampai pukul 17.00 WIB kita bersama TNI masih melakukan pemadaman di kawasan tahura, beruntung sore hari turun hujan sehingga pemadaman yang dilakukan tim Brigdalkar dapat terbantu,” kata Kepala Tim Brigdalkar Tahura Dinas Lingkungan Hidup Batanghari Sandy.
Sandy mengatakan karhutla yang terjadi di dalam kawasan tahura disebabkan oleh perambah yang membuka lahan dengan cara di bakar, serta disebabkan oleh para oknum yang membakar kayu untuk membuat arang di dalam kawasan tahura. Akibat dari karhutla tersebut, 50 hektar lebih lahan tahura yang terbakar.
Sementara itu, secara keseluruhan, sejak Januari hingga 27 Agustus 2019 ini, terdapat 124 titik api yang terjadi di seluruh wilayah kabupaten itu. Dengan luas lahan yang terbakar mencapai 293,54 hektar.
Secara keseluruhan, karhutla yang terjadi di kabupaten itu merupakan kelalaian manusia baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Seperti masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar dan masyarakat yang tanpa sengaja membuang puntung rokok dan menyebabkan kebakaran.
“Dalam dua hari ini sudah tidak terdapat titik api, karena hujan terjadi hampir di seluruh wilayah Kabupaten Batanghari,” katanya di Jambi, Selasa.
Hujan turun hampir di seluruh wilayah di kabupaten itu, namun hujan yang terjadi dengan intensitas yang berbeda, mulai dari intensitas ringan, sedang hingga intensitas tinggi.
Begitu pula dengan kondisi di dalam kawasan taman hutan raya (tahura), setelah diguyur hujan kini suda tidak terdapat titik api di dalam kawasan tahura. Meski demikian tim Brigade Pegendalian Kebakaran Hutan (Brigdalkar) masih melakukan pantauan di kawasan tahura, dengan maksud jika terjadi kebakaran tim dengan segera dapat melakukan tindakan pemadaman.
“Kemarin sampai pukul 17.00 WIB kita bersama TNI masih melakukan pemadaman di kawasan tahura, beruntung sore hari turun hujan sehingga pemadaman yang dilakukan tim Brigdalkar dapat terbantu,” kata Kepala Tim Brigdalkar Tahura Dinas Lingkungan Hidup Batanghari Sandy.
Sandy mengatakan karhutla yang terjadi di dalam kawasan tahura disebabkan oleh perambah yang membuka lahan dengan cara di bakar, serta disebabkan oleh para oknum yang membakar kayu untuk membuat arang di dalam kawasan tahura. Akibat dari karhutla tersebut, 50 hektar lebih lahan tahura yang terbakar.
Sementara itu, secara keseluruhan, sejak Januari hingga 27 Agustus 2019 ini, terdapat 124 titik api yang terjadi di seluruh wilayah kabupaten itu. Dengan luas lahan yang terbakar mencapai 293,54 hektar.
Secara keseluruhan, karhutla yang terjadi di kabupaten itu merupakan kelalaian manusia baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Seperti masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar dan masyarakat yang tanpa sengaja membuang puntung rokok dan menyebabkan kebakaran.
Pewarta : Muhammad Hanapi
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mayoritas kota besar berpotensi diguyur hujan ringan-sedang, termasuk Makassar
13 January 2026 9:13 WIB
BMKG prakirakan mayoritas wilayah Indonesia diguyur hujan sedang-sangat lebat
13 December 2025 11:30 WIB
BMKG prakirakan cuaca di kota-kota besar umumnya diguyur hujan, Makassar berawan
04 November 2025 8:41 WIB
BMKG: Waspada hujan dengan beragam intensitas di Indonesia pada Rabu, Makassar berawan tebal
20 August 2025 8:06 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB