Nasir Djamil usulkan Presiden segera lantik pimpinan KPK
Sabtu, 14 September 2019 22:06 WIB
Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Jamil (Istimewa)
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil mengusulkan Presiden Joko Widodo segera melantik pimpinan KPK periode 2019-2023 yang telah dipilih oleh DPR RI.
"Usulan percepatan pelantikan itu bukan bermaksud ingin mendikte Presiden, tapi mencermati situasi dan kondisi di KPK setelah terpilihnya lima nama pimpinan KPK oleh DPR. Tentunya usulan ini, setelah lima nama pimpinan KPK itu disahkan dalam forum rapat paripurna DPR RI," kata Muhammad Nasir Djamil melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu.
DPR RI menjadwalkan akan melaksanakan rapat paripurna dengan agenda pengesahan lima pimpian KPK periode 2019-2023 di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (16/9).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyatakan, melihat situasi dan kondisi di KPK terkini setelah terpilihnya lima nama pimpinan KPK periode 2019-2023, menjadi urgen. Apalagi ada dua orang pimpinan KPK saat ini yang telah menyatakan mengundurkan diri dan menyerahkan tanggung jawab mengelola KPK kepada Presiden.
"Situasinya gaduh dan adanya pandangan pro-kontra di masyarakat, sehingga perlu diusulkan untuk mempercepat pelantikan lima pimpinan KPK yang baru," katanya.
Menurut Nasir, KPK adalah lembaga yang tidak boleh dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk tujuan di luar penindakan korupsi.
Aksi pro-kontra yang terjadi di depan Gedung KPK, Jakarta, pada Kamis (13/9), kata dia, jika dibiarkan maka akan berlarut-larut dan bukan tidak mungkin dapat menimbulkan korban.
Jika pimpinan KPK yang baru bisa segera dilantik dalam waktu cepat, menurut Nasir, mereka diharapkan dapat mengendalikan dan mengarahkan situasi dan kondisi di internal KPK sehingga kondusif.
"Suasana kerja di KPK saat ini sudah tidak nyaman dan bisa tidak bisa dikontrol. Karena itu, menpercepat pelantikan pimpinan KPK oleh Presiden adalah solusi untuk mengakhiri kegaduhan yang sudah berlangsung sekitar dua bulan ini," ujar Nasir.
"Usulan percepatan pelantikan itu bukan bermaksud ingin mendikte Presiden, tapi mencermati situasi dan kondisi di KPK setelah terpilihnya lima nama pimpinan KPK oleh DPR. Tentunya usulan ini, setelah lima nama pimpinan KPK itu disahkan dalam forum rapat paripurna DPR RI," kata Muhammad Nasir Djamil melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu.
DPR RI menjadwalkan akan melaksanakan rapat paripurna dengan agenda pengesahan lima pimpian KPK periode 2019-2023 di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (16/9).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyatakan, melihat situasi dan kondisi di KPK terkini setelah terpilihnya lima nama pimpinan KPK periode 2019-2023, menjadi urgen. Apalagi ada dua orang pimpinan KPK saat ini yang telah menyatakan mengundurkan diri dan menyerahkan tanggung jawab mengelola KPK kepada Presiden.
"Situasinya gaduh dan adanya pandangan pro-kontra di masyarakat, sehingga perlu diusulkan untuk mempercepat pelantikan lima pimpinan KPK yang baru," katanya.
Menurut Nasir, KPK adalah lembaga yang tidak boleh dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk tujuan di luar penindakan korupsi.
Aksi pro-kontra yang terjadi di depan Gedung KPK, Jakarta, pada Kamis (13/9), kata dia, jika dibiarkan maka akan berlarut-larut dan bukan tidak mungkin dapat menimbulkan korban.
Jika pimpinan KPK yang baru bisa segera dilantik dalam waktu cepat, menurut Nasir, mereka diharapkan dapat mengendalikan dan mengarahkan situasi dan kondisi di internal KPK sehingga kondusif.
"Suasana kerja di KPK saat ini sudah tidak nyaman dan bisa tidak bisa dikontrol. Karena itu, menpercepat pelantikan pimpinan KPK oleh Presiden adalah solusi untuk mengakhiri kegaduhan yang sudah berlangsung sekitar dua bulan ini," ujar Nasir.
Pewarta : Riza Harahap
Editor : Amirullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
WEF di Davos, Prabowo: Indonesia tegas pilih damai dan stabilitas global daripada kekacauan
23 January 2026 5:14 WIB
Yusril heran fenomena masyarakat lebih pilih lapor Damkar dibanding polisi
24 November 2025 19:37 WIB
206 orang salurkan hak pilih pada PSU di TPS 15 Parangtambung Makassar
04 December 2024 21:30 WIB, 2024
KPU Sulsel terima biodata warga binaan berhak pilih dalam Pilkada 2024
25 November 2024 21:03 WIB, 2024
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB