Jimi Jazz dan Monkey To Millionaire merilis album dalam format kaset
Sabtu, 12 Oktober 2019 10:12 WIB
Band Jimi Jazz. (HO)
Jakarta (ANTARA) - Dua band indie Jimi Jazz dan Monkey To Millionaire merilis ulang album dalam format kaset rilisan label Langen Srawa Records untuk menyambut perhelatan "Cassette Store Day (CSD) 2019".
Dalam keterangan pers yang diterima Antara, Sabtu, Jimi Jazz band yang dimotori oleh Jimi Multhazam merilis ulang album "Kebisingan Pancaroba Yang Merongrong" dalam format kaset. Bagi Jimmy, perilisan ulang ini merupakan impiannya sejak lama.
“Kala itu, CD belum terlalu populer. Rasanya sulit dituliskan oleh kata-kata. Kaset adalah impian pancaroba yang belum terselesaikan,” kata Jimi yang juga vokalis dari The Upstairs.
Proses produksi album ini terbilang cukup singkat, rekaman sudah rampung kurang dari sebulan. Jimi mengumpulkan cerita-cerita yang pernah ia alami dan sebagian besar bersinggungan dengan crossover trash.
Pengerjaan album ini juga melibatkan nama Petir Saputra (gitar), Adit Umbara (bass), dan Koko Nugraha (drums). Selain itu, penggarapan album juga menjadi pengalaman unik baginya karena ia pertama kali membuat riff-riff gitar secara utuh.
Sementara itu, Monkey To Millionaire merilis ulang album "Self Titled" dalam format kaset. Album itu merupakan mini album pertama mereka yang dirilis tahun 2005.
“Saat beberapa kali manggung, banyak yang tanya tentang album lama. Kami sendiri kangen sama lagu-lagu lama yang pernah dibuat. Ditambah lagi, tahun ini bakal ada Cassette Store Day. Jadi kami berpikir, bagus juga kalau bisa rilis karya. Eh, ternyata semesta mendukung. Kami garap, deh!” Kata Wisnu, gitaris Monkey To Millionaire.
Salah satu yang menarik, Monkey to Millionaire juga akan merilis video proses terbentuknya album Self-Titled dibantu oleh Jimi Multhazam yang nantinya dapat dinikmati di kanal Youtube mereka. Sebagai kejutan, band bakal mengeluarkan lagu-lagu yang tidak masuk dalam album "Self-Titled" saat rilis pada 2005/2006.
Album Self Titled (Monkey to Millionaire) dalam format kaset menjadi sesuatu yang berkesan bagi mereka karena belum pernah merilis karya dalam format kaset sepanjang perjalanan bermusik.
“Semoga album re-issue ini bisa diterima dengan baik oleh banyak orang. Semoga yang mendengar pun terbawa nostalgia tentang masa-masa Monkey to Millionaire pada 12–13 tahun yang lalu,” pungkas Wisnu.
Dalam keterangan pers yang diterima Antara, Sabtu, Jimi Jazz band yang dimotori oleh Jimi Multhazam merilis ulang album "Kebisingan Pancaroba Yang Merongrong" dalam format kaset. Bagi Jimmy, perilisan ulang ini merupakan impiannya sejak lama.
“Kala itu, CD belum terlalu populer. Rasanya sulit dituliskan oleh kata-kata. Kaset adalah impian pancaroba yang belum terselesaikan,” kata Jimi yang juga vokalis dari The Upstairs.
Proses produksi album ini terbilang cukup singkat, rekaman sudah rampung kurang dari sebulan. Jimi mengumpulkan cerita-cerita yang pernah ia alami dan sebagian besar bersinggungan dengan crossover trash.
Pengerjaan album ini juga melibatkan nama Petir Saputra (gitar), Adit Umbara (bass), dan Koko Nugraha (drums). Selain itu, penggarapan album juga menjadi pengalaman unik baginya karena ia pertama kali membuat riff-riff gitar secara utuh.
Sementara itu, Monkey To Millionaire merilis ulang album "Self Titled" dalam format kaset. Album itu merupakan mini album pertama mereka yang dirilis tahun 2005.
“Saat beberapa kali manggung, banyak yang tanya tentang album lama. Kami sendiri kangen sama lagu-lagu lama yang pernah dibuat. Ditambah lagi, tahun ini bakal ada Cassette Store Day. Jadi kami berpikir, bagus juga kalau bisa rilis karya. Eh, ternyata semesta mendukung. Kami garap, deh!” Kata Wisnu, gitaris Monkey To Millionaire.
Salah satu yang menarik, Monkey to Millionaire juga akan merilis video proses terbentuknya album Self-Titled dibantu oleh Jimi Multhazam yang nantinya dapat dinikmati di kanal Youtube mereka. Sebagai kejutan, band bakal mengeluarkan lagu-lagu yang tidak masuk dalam album "Self-Titled" saat rilis pada 2005/2006.
Album Self Titled (Monkey to Millionaire) dalam format kaset menjadi sesuatu yang berkesan bagi mereka karena belum pernah merilis karya dalam format kaset sepanjang perjalanan bermusik.
“Semoga album re-issue ini bisa diterima dengan baik oleh banyak orang. Semoga yang mendengar pun terbawa nostalgia tentang masa-masa Monkey to Millionaire pada 12–13 tahun yang lalu,” pungkas Wisnu.
Pewarta : Yogi Rachman
Editor : Amirullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisioner KPU Sinjai diperiksa polisi terkait penggelapan Honda Jazz
19 February 2025 5:21 WIB, 2025
Penyanyi BCL dan Ariel tampil mesra berdansa di Java Jazz Festival 2023
04 June 2023 21:56 WIB, 2023
Si bocah ajaib Joey Alexander menghipnotis penonton Java Jazz dengan bilah piano
04 June 2023 6:55 WIB, 2023
klub basket NBA Cavaliers sambut meriah kehadiran Donovan Mitchell dari Utah
05 September 2022 6:21 WIB, 2022
BNI Java Jazz 2022 menjadi momentum tingkatkan literasi transaksi digital
27 May 2022 18:09 WIB, 2022
Ringkasan NBA: Stephen Curry kembali berlaga, Warriors kalahkan Nuggets
17 April 2022 13:57 WIB, 2022
Terpopuler - Seni Budaya
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019
Budaya "Appalili" Kabupaten Gowa terus dipertahankan tingkatkan hasil pertanian
05 December 2019 11:44 WIB, 2019